Tewas Mengenaskan Dibom Yaman, Tentara Kerajaan Arab Antre Ciumi Mayat

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ternyata serangan pesawat tanpa awak dan peluru kendali (rudal) yang dilancarkan Angkatan Bersenjata Yaman ke kamp-kamp militer Kerajaan Arab Saudi merenggut korban jiwa.

Seorang tentara Kerajaan Arab Saudi bernama Ahmed Shenemari tewas mengenaskan akibat dibom dengan pesawat tanpa awak alias UAV.

Ahmed Shenemari tewas dalam serangan beruntun yang dilancarkan militer Yaman ke kamp militer Kerajaan Arab Saudi yang berada di perbatasan kedua negara di Provinsi Jazan.

"Semoga Tuhan menerima Anda pahlawan, kami tidak akan melupakan apa yang Anda lakukan pertahankan posisinya dan hadapi mereka sampai dia menjadi martir," tulis militer Arab Saudi dalam siaran resminya dilansir VIVA Militer, Senin 5 Juli 2021.

Militer Kerajaan Arab Saudi sangat berduka atas kematian tentara penerbang jet tempur itu. Sampai-sampai terjadi antrean panjang saat prosesi pemakaman akan dilangsungkan. Rekan-rekan Ahmed dari tentara Kerajaan Arab Saudi mengantre untuk dapat mencium mayat almarhum yang sudah terbungkus rapih dengan kain kafan.

Memang, mencium jenazah sudah menjadi tradisi orang-orang di Arab sana. Tapi, situasi kali ini berbeda. Dunia sedang dilanda pandemi Virus Corona alias COVID-19, tak terkecuali Arab Saudi. Walau begitu, tetap saja tradisi itu berlangsung.

Angkatan Bersenjata Yaman memang sedang gencar-gencarnya menggempur basis-basis militer Kerajaan Arab Saudi. Baik yang ada di dalam wilayah Yaman, maupun di dalam wilayah kedaulatan Arab.

Bahkan Yaman mengerahkan rudal-rudal balistiknya untuk menggempur beberapa basis militer penting di wilayah selatan Kerajaan Arab Saudi. Sasaran seranga rudal Yaman di antaranya Kamp Garda Nasional Saudi di Najran, kamp militer di Bandara Internasional Abha dan Pangkalan Udara Raja Khalid di Kota Khamis Mushait.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree serangan yang dilancarkan ke Arab Saudi kali ini merupakan balasan atas pengepungan dan gempuran tentara Kerajaan Arab Saudi ke Yaman.

Sementara itu, pihak militer Kerajaan Arab Saudi menyatakan telah berhasil mencegat rudal-rudal balistik yang diluncurkan Yaman ke Kota Khamis Mushait, rudal-rudal itu meledak di langitan sebelum mencapai sasaran.

Perang Yaman dipicu agresi yang dilancarkan militer Kerajaan Arab Saudi yang didukung Amerika Serikat dan negara barat lainnya. Arab menghancurkan Yaman mulai Maret 2015 untuk merebut kekuasaan dengan menempatkan Abd Rabbuh Mansur Hadi sebagai presiden.

Dalam data yang telah diterbitkan Proyek Data Yaman, setidaknya sudah 18.500 warga sipil tewas dalam lebih dari 20.000 serangan udara koalisi Royal Saudi Air Force (RSAF).

Baca: Tak Sangka, Akhirnya Jenderal TNI Pendobrak FPI Tembus Zona Perang OPM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel