Tewasnya Sarah Everard Dibunuh Polisi Picu Protes Massa di London

Ezra Sihite
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tewasnya Sarah Everard, seorang perempuan dewasa muda di London Selatan, Inggris menuai perhatian dan sekaligus kekhawatiran yang luas di negara itu. Sarah Everard dilaporkan diculik kemudian ditemukan tewas usai dia berjalan sendirian di tempat umum. Simpati dan duka serta solidaritas dengan tagar #IAmSarah kemudian bergulir.

Dilansir BBC, pada Sabtu malam, 13 Maret 2020, orang-orang berkumpul di Clapham Common untuk menunjukkan solidaritas bahkan sempat terjadi bentrok dengan polisi karena massa diminta agar bubar.

Massa yang marah meneriakkan kalimat,"Tak tahu malu" kepada para petugas yang berbaris.

Seorang pemerhati hukum bernama Zehrah Hasan mengatakan, dalam aksi itu setidaknya ada 5 orang perempuan yang ditahan.

Diketahui Sarah Everard (33) ditemukan tewas akibat pembunuhan. Massa yang marah kemudian berkumpul beberapa jam setelah seorang polisi ditetapkan menjadi pelaku pembunuhannya. Sarah Everard dilaporkan raib pada 3 Maret 2020 saat dia akan kembali ke rumahnya dan berjalan sendiri pada malam hari itu. Yang mengejutkan, Sarah berjalan sendiri di area yang cukup banyak dilewati orang termasuk para perempuan.

Tewasnya Sarah Everard menjadi perhatian luas dan para perempuan mengungkapkan betapa mereka tidak aman bila beraktivitas dan berjalan sendirian jika memang aparat pun bisa jadi pelaku kejahatan seperti yang terjadi kepada Sarah.

Sementara Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson sudah merespons kondisi ini.

"Saya akan melakukan apa pun untuk membuat jalanan aman bagi perempuan dan anak-anak. Aman dari segala potensi tindakan kekerasan," kata PM Boris Johnson.

Pelaku pembunuhan Sarah diketahui bernama Wayne Couzens yakni seorang petugas polisi berusia 48 tahun dan dia dihadirkan di Pengadilan Westminster, London pada Sabtu pagi, 13 Maret 2020.