TGB Zainul Majdi ajak jemaah NWDI doakan korban gempa bumi di Cianjur

Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Indonesia Tuan Guru Bajang (TGB) H Muhammad Zainul Majdi mengajak jemaah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) di Nusa Tenggara Barat untuk mendoakan korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.

"Mari kita bacakan Al Fatihah untuk saudara-saudara kita yang meninggal di Cianjur," kata TGB yang memberikan ceramah di Pondok Pesantren Darunnadwah Al -Majidiah NWDI Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Rabu.

Seribuan jemaah hadir mendengarkan ceramah TGB yang juga cucu Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pendiri Nahdlatul Wathan (NW) atau organisasi massa Islam di NTB.

Dalam tausiahnya, TGB juga menyinggung mengenai gempa bumi yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat. Dia mengatakan bencana alam tersebut pernah juga terjadi di NTB, pada 2018 silam. Saat itu gempa bumi berturut-turut terjadi hingga satu bulan lebih.

"Kita tahu beratnya hati yang tak tenang setiap saat, begitu gempa terjadi hati tak pernah tenang. Goyang sedikit ya Allah. Dua hari lalu saudara kita di Cianjur mendapat musibah," ujar Ketua Umum Pengurus Besar NWDI itu.

Baca juga: PBNU ajak umat gelar doa bersama untuk korban gempa Cianjur

Baca juga: Persib gelar doa bersama untuk korban gempa Cianjur

Selain itu, Doktor Ahli Tafsir Alquran ini juga mengajak jemaah yang hadir mendoakan korban yang sakit maupun luka-luka akibat gempa bumi di Cianjur, agar segera disembuhkan oleh Allah.

"Semoga disembuhkan Allah dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Dalam kesempatan pengajian tersebut, TGB juga menyinggung mengenai peletakan batu pertama pembangunan di Pondok Pesantren Darunnadwah Al-Majidiah NWDI Aikmel.

Peletakan batu pertama tersebut menunjukkan semangat untuk beramal saleh, memanfaatkan waktu kehidupan dari Allah, diberikan umur, diberikan jatah kesempatan.

Di dalam Alquran, kata dia, saat Allah menyampaikan orang-orang hebat, masyarakat yang maju, peradaban atau bangsa yang mulia meninggalkan karya luar biasa, di antaranya adalah Bangsa Irom yang meninggalkan bangunan bertiang besar. Seperti pula di Mesir, dengan adanya piramida yang memiliki batu besar.

"Bagaimana batu-batu itu dapat diangkat. Padahal zaman itu belum ada mesin hidrolik," ucapnya.

Baca juga: Menag ajak Shalat Gaib dan tahlil untuk korban gempa Cianjur

Baca juga: BMKG perkirakan gempa susulan Cianjur berakhir 4-7 hari ke depan

Ketua Harian Nasional Perindo ini menambahkan sedari dahulu peradaban manusia telah berusaha membangun kehidupan yang megah, bukan hanya hari ini saja. Bila hari ini orang mengatakan peradaban manusia canggih, sesungguhnya setiap masa peradaban manusia memberikan yang paling hebat.

Bahkan, bila membaca Alquran Surat Al Kahfi, ada kisah Dzulkarnain pada masa berapa ribu tahun lalu, kemampuannya membuat lembah di antara dua gunung untuk membangun satu penahan supaya sekelompok orang yang membuat kerusakan tak mengganggu mereka.

"Bila kita baca, benteng itu dibangun dengan cara yang canggih," kata TGB yang juga mantan Gubernur NTB dua periode.

Baca juga: Menko PMK: Pemerintah masih berfokus pada upaya pencarian korban

Baca juga: Mendikbudristek upayakan keberlangsungan belajar-mengajar di Cianjur