Thai Airways Buka Kesempatan Terbang Melintasi 99 Kuil Suci bagi Turis

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bagi Anda yang ingin terbang melintasi 99 kuil suci kerajaan sambil melantunkan doa, maskapai penerbangan Thailand membuka kesempatan tersebut. Thai Airways International (THAI) telah meluncurkan penerbangan khusus itu pada 30 November 2020.

Wiwat Piyawiroj, Wakil Presiden Eksekutif Operasi Komersial Thai, mengatakan penerbangan khusus tersebut merupakan bagian dari program yang bertujuan untuk memerkuat sektor pariwisata Thailand akibat pandemi corona Covid-19. Hal itu sejalan dengan kebijakan pemerintah, dilansir dari Bangkok Post, Kamis, 5 Oktober 2020.

Ia mengungkapkan bahwa pengalaman perjalanan baru adalah bagian dari kampanye "Pengalaman Terbang Ajaib" Thai. Penumpang akan terbang di atas 99 situs suci di ibu kota dan 31 provinsi.

Sejumlah provisi yang dilintasi di antaranya Chon Buri, Rayong, Surat Thani, Prachuap Khiri Khan, Nakhon Pathom, Suphan Buri, Ayutthaya, Phitsanulok, Sukhothai, Chaiyaphum dan Nakhon Ratchasima. Dari dalam pesawat, mereka dapat melantunkan doa. "Tidak akan ada pendaratan selama penerbangan dan penumpang akan mendapat energi positif dari chanting selama di dalam pesawat," katanya.

Penerbangan tiga jam akan lepas landas dari bandara Suvarnabhumi pada pukul 13:30 waktu setempat. Mereka akan mendarat pada pukul 16:30 pada 30 November 2020.

Para penumpang yang tertarik untuk memesan tempat duduk dapat membayar sekitar 10.000 baht untuk kelas bisnis. Sementara, penumpang dikenakan biaya sekitar 6.000 baht untuk kelas ekonomi. Pemesanan kursi tersedia hingga 25 November 2020.

Menurut The Independent, penumpang juga akan menerima suvenir suci, termasuk buku doa dan azimat Buddha. Namun, langkah ini bukanlah upaya pertama maskapai penerbangan Thailand ini untuk meraup lebih banyak pendapatan selama pandemi.

Buka Restoran

Orang-orang duduk di kursi pesawat saat makan di restoran pop-up bertema kabin pesawat di kantor pusat Thai Airways di Bangkok, 10 September 2020. Restoran pop-up ini menyajikan sekitar 2.000 makanan per hari untuk memulihkan pendapatan yang hilang selama pandemi virus corona. (Mladen ANTONOV/AFP)
Orang-orang duduk di kursi pesawat saat makan di restoran pop-up bertema kabin pesawat di kantor pusat Thai Airways di Bangkok, 10 September 2020. Restoran pop-up ini menyajikan sekitar 2.000 makanan per hari untuk memulihkan pendapatan yang hilang selama pandemi virus corona. (Mladen ANTONOV/AFP)

Pada September 2020, Thai Airways mengubah salah satu kantornya di Bangkok menjadi restoran. Restoran tersebut menyajikan menu dalam penerbangan maskapai. Selain itu, restoran itu menggunakan kursi pesawat sebagai pengganti kursi ruang makan.

Dalam beberapa hari pertama, upaya itu menuai sukses dan maskapai mengatakan merencanakan membuka restoran serupa di lokasi lain.

Sementara itu, Srisuwan Janya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perlindungan Konstitusi Thailand, mengatakan akan memimpin anggota serikat pekerja Thai. Mereka akan mengadukan perusahaan atas rencana restrukturisasi ke kantor pemerintahan.

Ia mengatakan para pekerja ingin mengungkap ketidakberesan dalam rencana restrukturisasi kepada Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha. Hingga akhir Juni 2020, Thai berutang 332,2 miliar baht atau setara Rp157 triliun. Rencana restrukturisasi tersebut disetujui oleh Pengadilan Kepailitan Pusat pada 14 September 2020.

Infografis Pandemi Belum Berakhir, Gelombang II Covid-19 Mengancam. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Pandemi Belum Berakhir, Gelombang II Covid-19 Mengancam. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan video pilihan di bawah ini :