Thailand Catat Tingkat Kematian Kasus COVID-19 Naik 3 Kali Lipat

Daurina Lestari
·Bacaan 1 menit

VIVAThailand mencatat tingkat kematian COVID-19 naik tiga kali lipat menjadi 3,6 kematian per 1.000 kasus di Thailand sejak April, kata seorang dokter yang berada di gugus tugas COVID-19 pemerintah. Thailand melaporkan rekor tertinggi dengan 31 kasus kematian terkait virus corona.

“Sekarang kami berada dalam tren peningkatan dengan COVID-19. Bulan lalu kami memiliki tingkat kematian 1,2 per 1.000 tapi kemarin melonjak,” kata Dr. Prasit Watanapa, Dekan Fakultas Kedokteran Rumah Sakit Siriraj, dalam briefing harian oleh satuan tugas anti-COVID nasional, seperti dilansir dari BenarNews, Rabu 5 Mei 2021.

“Jika semua angka tidak menurun tetapi terus meningkat, itu berarti kita sedang menuju krisis yang sebenarnya.”

Lonjakan infeksi terbaru ini dimulai pada minggu pertama bulan April di tempat-tempat hiburan malam Bangkok.

Prasit memperingatkan warga untuk mempraktikkan jarak sosial, dan memakai masker bahkan di dalam rumah untuk menghindari penularan dari anggota keluarga, yang mungkin membawa virus dari luar. Belakangan ini, banyak infeksi dilaporkan menyebar di dalam keluarga, katanya.

Bangkok juga melihat kluster utama COVID-19 di daerah-daerah seperti Klong Toey, komunitas pekerja berpenghasilan rendah.

Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-o-cha, memerintahkan dimulainya vaksinasi darurat di antara sekitar 20.000 orang di komunitas, mulai akhir pekan ini.

Dokter Thailand lainnya mengkhawatirkan situasi COVID-19 di negara tetangga Malaysia. “Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyebaran di Malaysia, khususnya strain B.1.351 Afrika. Jenis ini dapat mengurangi kemanjuran vaksin,” kata Dr. Yong Poovorawan, seorang dokter di Universitas Chulalongkorn, yang juga berada dalam satuan tugas pemerintah untuk COVID-19.

“Kita tidak boleh membiarkan varian ini datang ke Thailand.”

Thailand mencatat 2.041 infeksi COVID-19 baru dengan total kumulatif meningkat menjadi 71.025 orang.