Thailand Open Gempar, Ratu Bulutangkis Terkaya Sejagat Tumbang

Ridho Permana
·Bacaan 2 menit

VIVA – Partai perdana BWF World Tour Super 1000 Thailand Open berlangsung hari ini, Selasa 12 Januari 2021. Sederet pebulutangkis dunia berjibaku di laga ini.

Dari sektor tunggal putri kejutan tercipta di Impact Arena. Ratu bulutangkis terkaya sejagat, Pusarla Venkata Sindhu tumbang.

Adalah wakil Denmark, Mia Blichfeldt yang menjadi penghancur Sindhu. Laga berlangsung sengit di partai perdana ini.

Sindhu memulai game pertama cukup baik. Gempuran demi gempuran membuatnya unggul di game pertama 21-16.

Pertandingan semakin sengit, Mia membalas di game kedua. Ia memenangkan duel dramatis 26-24.

Petaka terjadi di rubbergame, Sindhu harus mengakui keperkasaan Mia. Ia dibuat tak berdaya dan menyerah 13-21.

Untuk diketahui, Sindhu meraih gelar Juara Dunia 2019. Ia juga dinobatkan oleh majalah Forbes sebagai atlet bulutangkis wanita terkaya.

Sepanjang 2019, Sindhu sudah mengantongi uang sebesar US$5,5 juta atau setara Rp78,1 miliar. Penghasilan Sindhu cukup mencengangkan.

Dari keringatnya di atas lapangan, Sindhu sebenarnya cuma mengantongi US$500 ribu atau senilai Rp7,1 miliar. Lonjakan penghasilan Sindhu paling besar adalah ketika mencapai final pertamanya di 2019 dalam ajang Indonesia Open.

Pemasukan terbesar Sindhu, justru berasal dari sponsor. Tercatat, Sindhu mengantongi uang dari sponsor hingga US$5 juta atau setara Rp71 miliar.

Dengan uang tersebut, Sindhu menempati posisi 13 atlet wanita terkaya versi Forbes. Penghasilannya setara dengan petenis America, Madison Keys.

"Sindhu masih menjadi atlet paling laris di India. Bintang bulutangkis India ini mendapatkan sponsor dari Bridgestone, JBL, Gatorade, Panasonic, dan lainnya. Dia menjadi wanita pertama yang memenangkan tur dunia BWF di 2018," begitu pernyataan Forbes dilansir Badminton Planet.

Sindhu mulai diperhitungkan di bulutangkis dunia setelah menyabet medali perak di Olimpiade 2016, Rio de Janeiro, Brasil. Itu menjadi kali pertama, atlet wanita India menyabet medali perak di Olimpiade.

Usai tampil di Rio, Sindhu mendapatkan berbagai bonus dari pemerintah India dan sponsor yang tertarik dengannya. Alhasil, standar nilai sponsor Sindhu naik drastis, melewati atlet cricket yang selama ini lebih populer di India.