Thet Htar Thuzar, Pebulutangkis Cantik Myanmar Korban Gregoria

·Bacaan 1 menit

VIVA – Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung memetik kemenangan di laga hari kedua fase grup bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020.

Melakoni partai grup M, Gregoria menghabisi pebulutangkis cantik Myanmar, Thet Htar Thuzar dua game langsung di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo Jepang, Minggu 25 Juli 2021.

Berbicara sosok Thet, ia merupakan pebulutangkis berusia 22 tahun. Ia lahir dari keluarga badminton. Kedua orang tuanya merupakan mantan atlet bulutangkis.

Sang ayah, Tun Tun Zaw adalah juara nasional empat kali dan pernah melatih badminton di Thailand selama beberapa tahun.

Ayahnya lalu kembali ke Myanmar dan melatih Thet. “Ayah melatih saya ketika saya masih muda, jadi dia adalah pahlawan saya,” ujarnya dilansir VIVA Bulutangkis dari situs resmi Olimpiade, Minggu 25 Juli 2021.

Selain belajar dari sang ayah, Thet juga menimba ilmu di Kuala Lumpur, bersama legenda badminton Malaysia, Ong Ewe Hock. “Di Myanmar saya hanya berlatih bersama ayah. Saat tidak ada turnamen, saya berlatih dengan Coach Ong di Kuala Lumpur,” ucapnya.

Perjalanan kariernya, Thet melakoni turnamen World Tour pertamanya di Syed Modi Championships 2019. Namun, ia tersingkir di babak pertama. Awal tahun 2020, Thet mencicipi turnamen Super 500 perdananya di Malaysia Masters, namun ia kalah dari Yip Pui Yin di babak kualifikasi.

Ia terus bekerja keras demi menjadi pebulutangkis pertama Myanmar yang berkompetisi di Olimpiade. Juara Uganda International 2020 ini mengidolakan dua ratu bulutangkis, Tai Tzu Ying dari Taiwan dan Ratchanok Intanon dari Thailand.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel