Thiem gabung dalam liga baru bentukan Mouratoglou di Prancis

Irwan Suhirwandi

Petenis peringkat tiga dunia Dominic Thiem menjadi pemain peringkat 10 besar ATP Tour keempat yang akan bergabung di lapangan dalam liga tenis baru inovatif yang dimulai di Prancis, Sabtu, demikian pengumuman penyelenggara.

Ultimate Tennis Showdown (UTS), yang dimiliki bersama oleh Patrick Mouratoglou, pelatih lama Serena Williams, sudah memiliki petenis Yunani Stefanos Tsitsipas, petenis Italia Matteo Berrettini dan David Goffin dari Belgia, bergabung dengan enam pemain lainnya untuk berkompetisi dalam format round-robin selama lima minggu.

Dikutip dari Reuters, Jumat, Thiem, yang telah mencapai final tiga Grand Slam itu, akan kehilangan akhir pekan pertama turnamen tersebut dan baru memainkan pertandingan pertamanya pada 30 Juni, setelah berkomitmen pada acara amal yang digelar oleh pemain peringkat satu dunia Novak Djokovic di Balkan.

Baca juga: Djokovic umumkan turnamen wilayah Balkan, Thiem bergabung

Petenis Prancis Elliot Benchetrit akan menggantikan Thiem pada dua putaran pembuka turnamen, yang akan digelar tanpa penonton di akademi milik Mouratoglou di Nice, dan akan disiarkan langsung melalui platform berlangganan utslive.tv.

Mouratoglou bekerja sama dengan Alex Popyrin, ayah dari pemain peringkat 103 dunia Alexei, untuk menciptakan liga yang menurutnya akan menampilkan "tenis baru".

"Tujuan pertamanya adalah untuk membuat orang menyukainya," kata Mouratoglou kepada wartawan melalui konferensi video call, Kamis, sembari enambahkan bahwa mereka menargetkan 50.000 pelanggan untuk musim pertama ini. "Banyak orang akan menentang ini, tapi tidak apa-apa."

Baca juga: Panitia izinkan 500 penonton di lokasi kejuaraan tenis beregu dunia

Di antara perubahan dari tur profesional adalah, kode etik akan lebih lunak terhadap perilaku pemain di lapangan sementara penonton juga akan bisa bertanya kepada mereka selama pertukaran tempat ketika mereka menyaksikan streaming langsung pertandingan.

Setiap pertandingan akan mempunyai empat kuarter masing-masing 10 menit, dengan dua menit istirahat di antaranya, dan pemain dengan poin paling banyak akan memenangi kuarter tersebut. Formatnya akan seperti tie-break pada tenis tradisional dengan masing-masing pemain mendapat dua servis berturut-turut.

Dalam inovasi lainnya, pelatih akan diberi satu kali timeout 30 detik per kuarter dan penonton akan bisa mendengar percakapan pelatih-pemain, yang harus dilakukan dalam bahasa Inggris.

Baca juga: Rafael Nadal ogah ikut turnamen jika situasi belum aman
Baca juga: Federer menepi hingga 2021 setelah operasi lutut