Thomas Tuchel Angkat Piala Liga Champions: Setahun Lalu Manyun karena Kalah dan Dipecat, Kini Bersorak Ria Bersama Chelsea

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Satu di antara kunci sukses perjalanan menawan Chelsea di panggung Liga Champions 2020/2021 adalah Thomas Tuchel. Keputusan manajemen Chelsea mendatangkan pria berkebangsaan Jerman tersebut sangat tepat.

Faktor pengalaman dan pemilihan strategi yang disesuaikan dengan materi, membuat Chelsea tampil konsisten. Meski gagal di pentas Liga Inggris 2020/2021, Tuchel sanggup memerbaiki penampilan limpahan Frank Lampard.

Fakta paling menonjol adalah kekuatan di lini belakang. Setidaknya, Tuchel sanggup membenahi titik rapuh warisan Frank Lampard tersebut ketika berada di zona Liga Champions.

Perjalanan menuju puncak Liga Champions bisa menjadi gambaran. Thiago Silva dkk hanya kecolongan gol dari FC Porto dan Real Madrid. Titik hebat sistem pertahanan Chelsea terdapat di partai final kontra Manchester City, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB.

Yup, aliran bola para pemain Manchester City nyaris tak pernah masuk area kotak penalti pada babak pertama. Tanpa Thiago Silva, yang harus keluar pada pertengahan babak pertama, tak membuat kendur.

Formula Bertahan

Pemain Manchester City tertunduk lesu setelah Kai Havertz dari Chelsea mencetak gol pada pertandingan final Liga Champions di Stadion Dragao di Porto, Portugal, Sabtu, Mei 29, 2021. (Foto AP / Manu Fernandez, Pool)
Pemain Manchester City tertunduk lesu setelah Kai Havertz dari Chelsea mencetak gol pada pertandingan final Liga Champions di Stadion Dragao di Porto, Portugal, Sabtu, Mei 29, 2021. (Foto AP / Manu Fernandez, Pool)

Tekanan bertubi-tubi para pemain Manchester City pada babak kedua, tak membuat goyah Cesar Azpilicueta dkk. Kekokohan ini yang membuat Raheem Sterling, Ilkay Gundogan, Riyad Mahrez, Gabriel Jesus sampai Sergio Aguero, frustrasi.

Berkat formula tersebut, akhirnya Thomas Tuchel bisa tersenyum lebar pertanda gembira. Yup, Tuchel layak bersuka ria karena kini berhasil menuntaskan rasa penasaran.

Maklum, setahun lalu, ia gagal di babak final. Pasukan 'dream team' yang dibawanya, Paris Saint-Germain, kalah dari Bayern Munchen dengan skor 0-1. Gol tunggal dari winger FC Hollywood, Kingsley Coman pada menit ke-58, membuat dirinya juga terpental dari kursi PSG.

Padahal, kala itu Thomas Tuchel memiliki sederet bintang papan atas yang dianggap banyak pihak layak juara. Di sana ada Neymar, Kylian Mbappe, Angel Di Maria sampai Mauro Icardi. Sayang, keberuntungan belum tercipta bagi pelatih berusia 47 tahun tersebut.

Dapat Jawaban

Kai Havertz dari Chelsea mencetak gol pembuka timnya pada pertandingan sepak bola final Liga Champions lawan Manchester City di Stadion Dragao di Porto, Portugal, Sabtu, 29 Mei 2021. (Jose Coelho / Pool via AP)
Kai Havertz dari Chelsea mencetak gol pembuka timnya pada pertandingan sepak bola final Liga Champions lawan Manchester City di Stadion Dragao di Porto, Portugal, Sabtu, 29 Mei 2021. (Jose Coelho / Pool via AP)

Artinya, Tuchel sudah mendapatkan jawaban dari rasa penasaran 279 hari lalu. Tak hanya itu, eks arsitek tim Borussia Dortmund dan Mainz 05 ini sanggup memersembahkan trofi ke-22 bagi Chelsea sepanjang 24 tahun terakhir.

Tuchel juga berhasil masuk ke jajaran elit pelatih asal Jerman yang sanggup menjadi jawara Liga Champions. Ia bergabung dengan Jurgen Klopp yang berjaya bareng Liverpool pada 2019 dan Hans-Dieter Flick (Bayern Munchen, 2020).

"Berbagi bersama semua orang sangat luar biasa. Kami berhasil sekarang, dan tak tahu lagi apa yang harus kami ungkapkan. Para pemain berjuang keras, dan sungguh gembira bisa berada di final lagi," ucap Tuchel, di UEFA.com.

Video Chelsea