THR PNS Ternyata Bisa Dibayar Setelah Lebaran, Ini Bukti Aturannya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada aparatur sipil negara atau PNS, pensiunan, penerima pensiun, dan penerima tunjangan pada tahun ini. Pemberian THR ini dilakukan secara bertahap paling cepat H-10 hari kerja sebelum Lebaran.

Aturan mengenai THR ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 63 Tahun 2021 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas Kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan Tahun 2021.

Berdasarkan aturan tersebut, ternyata THR PNS dapat dibayarkan setelah Lebaran 2021. Ketentuan ini ada pada Pasal 11 ayat 2 pada PP tersebut.

"Dalam hal Tunjangan Hari Raya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum dapat dibayarkan, Tunjangan Hari Raya dapat dibayarkan setelah tanggal Hari Raya," demikian keterangan tertulis pada Pasal 11 ayat 2 tersebut, seperti dikutip Liputan6.com, Minggu (2/5/2021).

Kemudian pada Pasal 6 juga mengatur soal komponen THR dan gaji ke-13 yang akan diterima. THR dan gaji ke-13 untuk PNS, PPPK, prajurit TNI, dan anggota Polri terdiri gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum sesuai jabatan dan atau pangkatnya.

Pejabat negara, Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi, pimpinan lembaga penyiaran publik, dan pegawai non-pegawai Aparatur Sipil Negara yang bertugas pada lembaga penyiaran publik, juga akan menerima komponen THR dan gaji ke-13 yang sama.

THR Bakal Dongkrak Penjualan Elektronik di E-Commerce

Ilustrasi Belanja Online Credit: freepik.com
Ilustrasi Belanja Online Credit: freepik.com

Head of Business Development Akulaku Silvrr Indonesia, Yudhistira Luntungan mengatakan dalam rangka bulan Ramadan, produk fesyen muslim menjadi banyak yang cari dan dibeli masyarakat di platform digital Akulaku. Mulai dari pakaian, hijab hingga aksesoris pendukung seperti tasbih, jam tangan dan sepatu.

"Semua tahu, udah pasti fesyen menjadi yang paling tinggi penjualannya seperti baju muslim, baju koko, hijab dan yang pasti dilanjutkan dengan aksesoris muslim seperti tasbih dan lain-lain," kata Yudhistira dalam Webinar Liteasi Keuangan & Wirausaha Akulaku, Jakarta, Jumat (30/4).

Setelah produk fesyen, penjualan barang elektronik juga menunjukkan peningkatan. Ini sejalan dengan kebiasaan masyarakat yang konsumtif saat menerima uang Tunjangan Hari raya (THR).

"Yang pasti di Lebaran ini ada THR dan biasanya mereka lebih konsumtif seperti elektronik atau yang lainnya," kata dia.

Selain produk kategori fesyen, produk kategori hobi juga menjadi penjualan yang tinggi seperti alat pancing, helm dan yang lainnya.

"Ini juga kuda hitam yang bisa naik selain fesyen," ujarnya.

Saat ini, Yudhistira mengatakan sudah ada 120 ribu merchant yang bergabung di platform digital Akulaku. Pihaknya juga masih terus berupaya menambah merchant dengan merangkul pelaku UMKM dan para pemilik brand.

"Kita juga enggak menunggu, kita sentuh umkm buat join dan brand besar," kata dia.

Tujuannya untuk menghubungkan pelaku UMKM dengan pemilik brand dan menghasilkan kerja sama antar keduanya. "Menghubungkan UMKM dengan pemilik brand untuk jadi resller atau yang lainnya," kata dia mengakhiri.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: