THR Sudah Cair, Ini Tips Tidak Kalap Belanja Baju Lebaran

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 3 menit

VIVA – Dua pekan lagi umat muslim di dunia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Meski masih dalam suasana pandemi COVID-19, tidak menghentikan umat muslim untuk menyambut Lebaran.

Termasuk urusan untuk berbelanja pakaian lebaran. Meski adanya larangan mudik lebaran, tidak menghentikan umat muslim untuk membeli baju lebaran. Ya meski lebaran di rumah, kebiasaan untuk menggunakan pakaian baru saat Idul Fitri sudah melekat pada masyarakat Indonesia.

Sejumlah masyarakat pun mulai mencari pakaian yang akan mereka kenakan saat lebaran nanti. Tapi saat berbelanja baju lebaran godaan untuk membeli beragam pakaian tidak bisa dipungkiri. Alhasil uang THR pun bisa dalam sekejap langsung hilang alias kalap.

Lantas bagaimana agar kita tidak kalap belanja baju lebaran? Berikut ini tipsnya seperti dilansir dari laman Rd.com.

1. Menggunakan sepatu hak tinggi saat berbelanja

Satu studi eksentrik baru-baru ini menemukan bahwa ketika pikiran konsumen difokuskan untuk tetap seimbang, mereka lebih mungkin memilih produk kelas menengah daripada yang lebih mahal atau berkualitas rendah.

Jika kedengarannya terlalu tidak nyaman, berbelanja setelah kelas yoga atau bahkan setelah naik eskalator memiliki efek yang sama, kata penulis studi Universitas Brigham Young kepada HealthDay.

2. Menahan diri agar tidak impulsif dengan memilih barang secara bijak

Psikolog April Lane Benson, PhD, penulis To Buy or Not to Buy: Why We Overshop and How to Stop, menyarankan untuk memikirkan secara bijak sebelum memutuskan berbelanja.

Tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan berikut: Mengapa saya ada di sini? Bagaimana perasaan saya? Apakah saya membutuhkan ini? Bagaimana jika saya menunggu? Bagaimana saya akan membayarnya? Di mana saya akan menaruhnya?

"Kemudian, lakukan pembelian jika Anda sangat yakin bahwa itu adalah sesuatu yang Anda butuhkan dan mampu dibeli," kata dia.

3. Batasi jumlah toko yang Anda kunjungi

Semakin banyak toko yang Anda kunjungi, semakin banyak Anda akan membeli, menurut Forbes.com. Anda mungkin mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda sedang membandingkan harga, tetapi semakin Anda banyak mengunjungi toko semakin Anda yakin merasa perlu untuk belanja dengan alasan "menghargai" diri sendiri atas usaha Anda.

4. Memberikan pengharaan pada diri Anda sendiri

Berhemat bukan berarti Anda tidak boleh membeli apapun.

“Sama seperti menyangkal makanan penutup favorit Anda saat berdiet, hal itu pada akhirnya menjadi bumerang dan pikiran emosional Anda akan memberontak,” kata Carrie Rattle, MBA, CDFA (R), alias Master Money Coach.

Saat Anda menabung, beri diri Anda dorongan di sepanjang jalan seperti pembelanjaan kecil di sana-sini sebenarnya dapat membuat tujuan Anda yang lebih besar terasa lebih dapat dicapai, menurut Benson.

Berbelanja sesekali pun dapat dilakukan salah satunya di IUIGA yang baru-baru ini meresmikan gerai keempatnya di Lippo Mall Puri. Dibukanya gerai ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga di area Jakarta Barat dan Tangerang terhadap peralatan rumah dan gaya hidup.

Kehadiran gerai ini ditujukan bukan hanya untuk memfasilitasi konsumen akan kebutuhan melihat barang sebelum membeli. Pihaknya juga ingin memberikan kenyamanan bagi para konsumen untuk melakukan konsultasi sebelum dan sesudah membeli barang, sehingga kepuasan konsumen bisa tercapai.

“Kami selalu berusaha dalam memenuhi permintaan dan kepuasan konsumen. Gerai yang berlokasi di UG ini juga mengusung teknologi yang sama dengan gerai lainnya seperti self-checkout dan self-collection,” ujar Managing Director IUIGA Indonesia, William Firman dalam keterangannya.

5. Pisahkan uang tabungan Anda

Jika Anda seorang yang boros, pastikan untuk menyimpan tabungan Anda di tempat yang tidak terlalu menggoda dan mudah dijangkau.

“Anda perlu menganggap uang apa pun yang dapat Anda tabung sebagai uang yang istimewa dan tak tersentuh,” kata penulis Mind over Money, Claudia Hammond.

Dengan begitu, kata dia, Anda akan cenderung tidak merugi jika Anda memisahkan belanja dan tabungan dari sisa penghasilan Anda.