Tiada perasaan kesal kepada Ricciardo, kata Sainz setelah DNF di Imola

·Bacaan 2 menit

Carlos Sainz mengatakan tidak ada perasaan kesal terhadap Daniel Ricciardo setelah sang pebalap Mclaren meminta maaf karena menyebabkan tabrakan dengan sang pebalap Ferrari di lap pembuka di Imola, Minggu.

Mobil Sainz terpelintir di lintasan dan terjebak di gravel setelah ditabrak dari belakang oleh mobil McLaren Ricciardo di Tamburello yang menyudahi perjuangannya di Grand Prix Emilia Romagna, balapan kandang Ferrari.

Itu merupakan kali kedua secara beruntun bagi sang pebalap Spanyol gagal finis (DNF) dalam empat balapan pembuka musim ini.

Baca juga: Verstappen dominan juara di Imola, Ferrari mimpi buruk di kandang

Di Australia, dua pekan sebelumnya, dia menyudahi balapan pada lap kedua dan Sainz juga mengalami kecelakaan saat kualifikasi sprint pada Jumat di Imola.

"Hal pertama yang ia lakukan (setelah balapan) adalah datang ke garasi Ferrari dan meminta maaf kepada saya," kata Sainz dikutip Reuters. "Para mekanik semua bersama saya dan kami mengucapkan terima kasih atas gesturnya.

"Itulah kenapa tidak ada perasaan kesal dengan Daniel. Apa yang terjadi dengannya bisa terjadi kepada semua orang di sana tapi sayangnya itu terjadi kepada saya.

"Begitu keadaannya. Insiden ini bukanlah misteri. Apa yang terjadi sangat jelas bagi semua orang."

Baca juga: Verstappen menangi sprint race di Imola, Leclerc perlebar jarak

Sainz memegang posisi dua klasemen di belakang rekan satu timnya, Charles Leclerc, sebelum balapan namun tergeser ke peringkat lima dengan selisih 38 poin dari sang pebalap Monako seusai balapan.

Leclerc bisa saja memperlebar jaraknya semakin jauh tapi ia mendapati mobilnya tergelincir saat mengejar pebalap Red Bull Sergio Perez, sehingga turun dari P3 ke P8 sebelum merestorasi dua posisi untuk finis P6 saat Max Verstappen memenangi balapan seri keempat itu dari pole position.

Leclerc mengungkapkan dirinya terlalu 'serakah' saat melancarkan serangan terhadap Perez dan ia belajar dari kesalahan tersebut.

Baca juga: Leclerc fokus balapan di Imola meski kemalingan jam tangan mewah

"Posisi ketika bisa menjadi hasil terbaik yang bisa kami amankan hari ini, karena kompetitor kami sangat kuat," kata Leclerc.

"Saya kewalahan dengan ban soft tapi ketika saya melihat kesempatan untuk menyalip Perez demi posisi kedua, saya mengambil itu, mendorong terlalu banyak, ketika saya seharusnya bertahan untuk mengamankan poin itu."

Bos tim Ferrari Mattia Binotto mengatakan itu bukan hasil balapan kandang yang sesuai ekspektasi.

"Kami ingin memberi fan sesuatu untuk dirayakan, karena mereka memadati dan memerahkan tribun dan lapangan untuk mendukung kami di Imola," kata Binotto.

"Lumrah, kami kecewa karena tidak mampu mewujudkan itu, tapi akan ada balapan-balapan dan kesempatan lain untuk membuat mereka tersenyum."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel