Tiada Toleransi, Tahun Baruan Dilarang di Bandung demi Tekan COVID-19

Mohammad Arief Hidayat, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Wali Kota Bandung Oded M. Danial menerbitkan surat edaran yang melarang perayaan atau pesta pergantian malam tahun baru untuk memutus rantai penularan COVID-19. Larangan itu ditujukan kepada pimpinan/manajer hotel, pemilik pusat perbelanjaan, kafe, restoran, tempat hiburan, dan masyarakat Kota Bandung.

Dalam surat ditegaskan, apabila tetap melaksanakan kegiatan itu maka akan dikenakan sanksi sesuai perundang-undangan dan peraturan yang berlaku.

"Pokoknya kegiatan pergantian tahun, yang namanya orang beraktivitas itu dilarang, perayaan dalam bentuk apa pun. Kalau melanggar, ada sanksi sesuai perundang-undangan, nanti akan dilihat terlebih dahulu," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, pada Rabu, 16 Desember 2020.

Baca: Cara Sederhana Deteksi COVID-19, Cium Aroma Kopi

Akan ada tindakan dari aparat kepolisian jika terjadi pelanggaran pidana dalam pencegahan penularan COVID-19. "Kalau ada unsur pidana, kepolisian bergerak. Kalau misalnya protokol kesehatan ada di aturan perwal kita. Intinya masyarakat ikuti saja bahwa tidak perlu melakukan perayaan itu," katanya.

Kota Bandung masih dikategorikan zona merah karena tambahan kasus positif COVID-19 yang terus bergerak. Pada pokoknya kasus penularan COVID-19 di Bandung masih tinggi sehingga sangat memprihatinkan. Bahkan rumah sakit rujukan untuk pasien COVID-19 sudah penuh.

Karena itulah, katanya, Kota Bandung terus di zona merah COVID-19. Selain angka kasusnya, tingkat kematian terus bertambah, rumah sakit juga seharusnya maksimum idealnya di angka 60 persen, tapi malah mencapai 90-an persen. Positivity rate di Kota Bandung masih di atas 5. Bahkan sekarang mungkin di atas 20 atau 30.

"Tingkat hunian isolasi mandiri juga tinggi, sampai hotel-hotel yang kita siapkan juga full. Walaupun ada tambahan kemarin sepuluh tempat tidur, itu pun sudah terisi," ujarnya.

Jumlah kasus COVID-19 masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan ialah dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak