Tiba dari Inggris, 15 Warga Turki Positif Varian Baru COVID-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta- Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca mengatakan bahwa negaranya telah mengidentifikasi 15 orang yang membawa varian baru Virus Corona COVID-19.

Total 15 orang tersebut diketahui baru kembali dari wisata di Inggris.

Menkes Koca menyampaikan dalam sebuah pernyataan pada Jumat (1 Januari 2021) bahwa varian baru COVID-19 itu ditemukan pada para pelancong yang datang dari Inggris.

Para pelancong itu kini tengah menjalani karantina, bersama dengan orang-orang yang telah mereka hubungi.

Sementara itu, menurut Menkes Koca, ketegangan tidak teridentifikasi pada penumpang dari tempat lain, seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (2/1/2021).

Pada akhir Desember 2020, Turki menangguhkan penerbangan dengan Inggris bersama dengan negara-negara lain. Langkah tersebut dilakukan setelah menemukan penyebaran virus baru dan mengkarantina setidaknya 4.603 penumpang.

Turki Perketat Langkah Pencegahan COVID-19

Turis yang mengenakan masker untuk melindungi dari penyebaran virus corona berjalan di kota Ayvalik di Laut Aegea, Turki, Rabu (9/9/2020). Turki telah mewajibkan penggunaan masker di semua lokasi selain di rumah, menyusul lonjakan jumlah infeksi COVID-19. (AP Photo/Emrah Gurel)
Turis yang mengenakan masker untuk melindungi dari penyebaran virus corona berjalan di kota Ayvalik di Laut Aegea, Turki, Rabu (9/9/2020). Turki telah mewajibkan penggunaan masker di semua lokasi selain di rumah, menyusul lonjakan jumlah infeksi COVID-19. (AP Photo/Emrah Gurel)

Selain itu, Turki juga mulai meminta hasil tes PCR negatif untuk semua kedatangan internasional pekan lalu.

Turki memiliki tingkat infeksi terburuk di dunia tetapi statistik resmi menunjukkan bahwa rata-rata hari infeksi harian dalam sepekan telah menurun menjadi sekitar 15.000 dari di atas 30.000 sejak jam malam dan penguncian akhir pekan dilakukan pada awal Desember 2020.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Turki, jumlah kematian akibat COVID-19 di negara itu kini tercatat 21.093 jiwa. Namun, kritikus menuding pemerintah sengaja mengecilkan tingkat wabah.

Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona

Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini: