Tiba di Aceh usai Bebas Bersyarat, Irwandi Yusuf Sadar Tak Boleh Langgar Hukum

Merdeka.com - Merdeka.com - Irwandi Yusuf pulang ke Aceh usai dinyatakan bebas bersyarat dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Dia disambut antusias loyalisnya.

Mantan Gubernur Aceh itu ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menerima suap terkait dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tahun 2018 dari mantan bupati Bener Meriah, Ahmadi, melalui dua perantara yakni Saiful Bahri dan Hendri Yuzal.

Mendarat di Aceh, Irwandi tampak didampingi sang istri, Steffy Burase, dan sejumlah koleganya saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Minggu (30/10).

Usia turun dari pesawat dan masuk ke ruang VIP bandara, Irwandi disambut salawat badar oleh loyalis yang terdiri dari kader Partai Nanggroe Aceh (PNA) besutannya, simpatisan, dan masyarakat umum.

Didampingi Hendri Yuzal, mantan staf khusus yang turut ditangkap KPK itu, ia kemudian dipeusijuek (tepung tawar) oleh seorang ulama Aceh. Proses peusijuek ini disaksikan keluarga yang terdiri anak dan cucu serta kader PNA.

Kemudian, Irwandi keluar ruang VIP dan menuju ke mobil yang akan membawanya ke Kabupaten Bireuen, sebuah daerah berjarak sekitar 215 kilometer dari ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh.

Di sana Irwandi Yusuf akan berziarah ke makam ulama kharismatik Aceh Teungku Muhammad Amin (Abu Tumin). Setelah itu, ia akan pulang ke rumah ibunya yang juga berada di kabupaten tersebut.

Kepada wartawan yang telah menunggunya, Irwandi mengaku senang bisa pulang ke Aceh meski masih menyandang status bebas bersyarat. Dia menyampaikan tak bisa melakukan kesalahan hukum apa pun saat ini, jika tak ingin status pembebasan bersyarat itu dibatalkan.

Irwandi berjanji menjalankan dengan baik ketentuan dari pembebasan bersyarat dirinya dari Lapas Sukamiskin Bandung yang telah diberikan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI.

"Saya tidak bisa banyak beraktivitas, karena saya pembebasan bersyarat, jangan sampai saya langgar syarat," kata Irwandi.

Dia diwajibkan melapor sebulan sekali. Baik datang langsung ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jawa Barat atau bisa melalui video call. Dia juga diharuskan datang mengikuti setiap kegiatan penting yang dilaksanakan di Bapas tersebut.

Irwandi memahami, tidak boleh melanggar hukum dan harus berperilaku baik sesuai ketentuan yang diberikan dari pembebasan bersyarat tersebut.

"Saya tidak boleh melanggar hukum, kalau melanggar dipanggil lagi, dan PB (pembebasan bersyarat bakal batal)," katanya.

Irwandi akan tetap aktif mengurus DPP PNA yang diketuainya saat ini, bersedia mengikuti rapat-rapat partai.

"Hak politik saya yang dicabut itu dipilih dan memilih lima tahun sejak keluar. Kalau kerja tetap seperti biasa," ucapnya. [noe]