Tiba di Makassar, 7 Korban Selamat KM Ladang Pertiwi Ngaku Masih Trauma

Merdeka.com - Merdeka.com - Tujuh penumpang korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi 02 yang dievakuasi ke Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) telah tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (31/5). Kepulangan tujuh penumpang tersebut setelah difasilitasi Pemkab Pangkep.

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Pangkep, Asykur Abubakar mengatakan tujuh orang yang tiba di Bandara Internasional Hasanuddin merupakan penumpang KM Ladang Pertiwi 02. Ketujuh orang tersebut sebelumnya dievakuasi Tug Boat yang menuju ke Kota Banjarmasin.

"Alhamdulillah, tujuh orang ini ditemukan pada tanggal 27 Mei. Mereka tiba di Pelabuhan (Banjarmasin) dan langsung ditolong serta dilayani dengan baik di sana," kata dia kepada wartawan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Asykur menjelaskan tujuh orang selamat tersebut langsung dijemput Bupati Pangkep, Yusran Lalogau untuk dipulangkan ke Makassar. Asykur mengungkapkan dari tujuh penumpang yang dipulangkan, tiga merupakan warga Makassar sementara empat warga Pangkep.

"Tiga dari Kota Makassar kebetulan ada pekerjaan atau kepentingan di (Pulau Liukang) Kalmas. Empat lainnya asli dari Pulau Pamantauang," kata dia.

Asykur menyebutkan empat warga Kabupaten Pangkep yang telah dipulangkan selanjutnya dibawa ke Hotel Mattampa In Pangkep. Di sana, korban tenggelamnya KM Ladang Pertiwi untuk menjalani pemulihan kesehatan maupun psikis.

"Mereka masih depresi dan lelah, untuk pemulihan di sana ada tim dan dokter untuk memeriksa kesehatan. Insyaallah akan dikembalikan ke keluarga setelah mereka pulih," tuturnya.

Asykur mengatakan ada dua penumpang yang masih dirawat di rumah sakit di Kotabaru, Kalsel. Dua orang tersebut merupakan ibu dan anak.

"Bapak bupati ada di sana untuk menemani dua orang yang dirawat. Dua orang itu ada anak umur 9 tahun yang sakit," bebernya.

Sementara salah satu penumpang KM Ladang Pertiwi 02 bernama Syamsir mengaku masih trauma pasca kejadian tersebut. Ia mengaku 16 jam terombang-ambing di laut.

"Masih adalah (trauma), setelah kami terombang-ambil sekitar 16 jam. Kami ditemukan malam Jumat," ucapnya. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel