Tiba di Markas PBB, Diplomat Negara Muslim Siap Bela Palestina

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, New York City - Majelis Umum PBB di New York menggelar pertemuan khusus pada Kamis (20/5/2021) untuk membahas isu Palestina. Para diplomat dari negara-negara mayoritas Muslim ikut berkumpul.

Menurut laporan Anadolu, para diplomat negara Muslim juga sudah mulai berkoordinasi. Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi menggelar makan malam yang dihadiri menlu dari Turki, Palestina, Tunisia, dan utusan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Presiden Majelis Umum PBB Volkan Bozkir juga ikut hadir. Bozkir berasal dari Turki.

Berdasarkan pernyataan diplomat Pakistan di PBB, Menlu Qureshi menegaskan bahwa Pakistan mengecam serangan sistematis Israel terhadap jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan.

Pakistan juga mengecam ekspansi pemukiman ilegal, serta pengusiran warga Palestina dari tempat tinggal mereka.

"(Saya) harap pertemuan khusus Majelis Umum PBB ini akan memberikan pesan yang kuat atas nama OKI kepada komunitas internasional untuk menolong mengakhiri agresi Israel dan mengambil langkah-langkah konkret untuk mencari solusi isu Palestina," ujar Menlu Pakistan.

Sebelum pertemuan PBB, sudah ada lebih dari 200 warga Palestina yang tewas. Kebanyakan korban berada di Gaza.

11 Anak Palestina yang Sedang Konseling Trauma Tewas di Gaza

Unit artileri Israel menembakkan peluru ke arah sasaran di Jalur Gaza di perbatasan Gaza-Israel, Rabu (19/5/2021). Jumlah penduduk Jalur Gaza yang tewas akibat serangan Israel sampai saat ini mencapai 228 orang. (AP Photo/Tsafrir Abayov)
Unit artileri Israel menembakkan peluru ke arah sasaran di Jalur Gaza di perbatasan Gaza-Israel, Rabu (19/5/2021). Jumlah penduduk Jalur Gaza yang tewas akibat serangan Israel sampai saat ini mencapai 228 orang. (AP Photo/Tsafrir Abayov)

Serangan udara Israel di Jalur Gaza, menewaskan 11 anak-anak Palestina yang sedang menerima konseling trauma dari Dewan Pengungsi Norwegia (NRC). Kabar duka tersebut disampaikan oleh Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) pada Selasa 18 Mei.

Dilansir Daily Sabah, Rabu (19/5) anak-anak yang terbunuh selama seminggu terakhir, berusia antara 5 dan 15 tahun.

"Kami sangat terpukul mengetahui bahwa 11 anak yang kami bantu dengan trauma dibombardir ketika mereka berada di rumah dan saat mengira mereka aman," kata Sekretaris Jenderal NRC, Jan Egeland.

"Mereka sekarang telah pergi, meninggal bersama keluarganya, dikubur dengan mimpi mereka dan mimpi buruk yang menghantui mereka. Kami menyerukan kepada Israel untuk menghentikan kekerasan ini: anak-anak harus dilindungi. Rumah mereka tidak boleh menjadi sasaran. Sekolah tidak boleh menjadi sasaran. Berhenti membom mereka sekarang," ujarnya.

NRC mengatakan bahwa pihaknya membantu 118 sekolah di Jalur Gaza, yang telah berada di bawah blokade yang diberlakukan Israel selama lebih dari satu dekade.

Program Better Learning Programme dari organisasi itu membantu 75.000 siswa Palestina melalui layanan psiko-sosial.

Infografis Krisis Palestina-Israel 2021:

Infografis Rentetan Konflik Terbaru Israel - Palestina. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Rentetan Konflik Terbaru Israel - Palestina. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel