Tiba di Polda Jatim, Irjen Nico Terima Pesan Ini dari Irjen Fadil

Hardani Triyoga, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Inspektur Jenderal Polisi Nico Afinta resmi menjabat kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur sejak dilantik pada Jumat kemarin. Ditemani sang istri, Nico pun langsung meluncur ke markas Polda Jatim, Surabaya pada Sabtu, 21 November 2020 untuk mengikuti prosesi sambut-pisah.

Nico tiba di Markas Polda Jatim pada Sabtu pagi. Sampai di ujung halaman Gedung Tribrata, ia disambut kalungan bunga oleh peserta drumband cilik. Diiringi musik drumband, ia kemudian berjalan menuju depan pintu lobi gedung. Di sana telah menanti kapolda yang akan diganti, Inspektur Jenderal Polisi M Fadil Imran.

Keduanya lantas bersalaman ala protokol COVID-19 dan bergegas ke tempat ramah-tamah. Wakapolda Jatim dan sejumlah pejabat utama juga hadir menyambut. Karena suasana pandemi, tak ada tradisi pisah-sambut yang meriah seperti sebelum-sebelumnya. Semua berlangsung amat sederhana.

Tidak ada penyambutan kapolda baru dengan pedang pora. Tidak ada pula pelepasan pejabat yang lama dengan arak-arakan kereta kencana.

Baca Juga: Garangnya Kapolda Metro Baru, Ancam Tindak Pelanggar Prokes

Usai ramah-tamah sejenak, Irjen Nico kemudian diantar Irjen Fadil bersilaturrahim ke Markas Komando Daerah Militer V/Brawijaya, menemui Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto.

Nico mengaku telah menerima pesan dan arahan terkait dengan pengelolaan Kamtibmas di Jatim. Berdasarkan itu, di awal bertugas ia akan mengoptimalkan Kampung Tangguh Semeru yang telah dibentuk Irjen Fadil, pengamanan Pilkada Jatim, pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Selain itu, membantu gubernur dan pangdam untuk meningkatkan ekonomi di Jawa Timur.

Nico mengapresiasi apa yang telah dikerjakan Fadil selama memimpin Polda Jatim. Seperti Kampung Tangguh untuk mengatasi COVID-19 di Jatim, khususnya di Kota Surabaya, yang kemudian menjadi contoh secara nasional.

"Ke depan saya akan meneruskan apa yang sudah dikerjakan oleh Irjen Fadil, saya mohon dukungan semua pihak baik gubernur, pangdam serta stakeholder yang lain," ujarnya.

Nico mengaku senang dan bangga ditugaskan sebagai kapolda Jatim. Itu seperti pulang kampung, karenanya ia mengaku kenal betul keluyuran warga Surabaya dan Jatim.

"Saya bangga dan senang bisa kembali ke kampung halaman, nantinya saya akan menjalin komunikasi dengan siapa pun. Agar jika ada problem di Surabaya bisa diselesaikan dengan cepat dengan komunikasi yang baik," katanya. (art)