Tidak Ada Alasan Meringankan, Dua Kurir Sabu di Medan Dihukum Mati

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua terdakwa kasus sabu seberat 49 kilogram yakni Khoirul Fahmi (28) dan Muhammad Dedi (36) dihukum mati oleh Pengadilan Negeri Medan, Selasa (7/5). Kedua terdakwa yang merupakan kurir sabu itu terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Khoirul Fahmi alias Fahmi dan Muhammad Dedi alias Dedi dengan pidana mati," kata ketua majelis hakim Immanuel Tarigan.

Adapun hal yang memberatkan kedua terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika.

"Tidak ada hal yang meringankan kedua terdakwa," ujar majelis hakim.

Vonis yang diberikan majelis hakim terhadap kedua terdakwa sesuai dengan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) yakni hukuman mati. Sementara menanggapi vonis itu kedua terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan JPU, Dedi yang merupakan warga Dusun Gelam II, Desa Gelam Sei Serimah, Kecamatan Bandar Khalipah, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, ditangkap tim dari Ditresnarkoba Polda Sumut di Jalan Pabrik Tenun, Kota Medan, Minggu 23 Januari 2022.

Saat itu Dedi kedapatan sedang membawa sabu seberat 18 kilogram menggunakan mobil. Lalu polisi melakukan pengembangan dan menangkap Fahmi di Jalan Sahata, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan. Kemudian, polisi menemukan sabu seberat 31 kilogram yang disimpan terdakwa Fahmi di dalam mobilnya.

Saat diinterogasi terdakwa mengakui bahwa 49 kilogram sabu itu milik dari seseorang bernama Faisal. Kedua terdakwa hanya sebagai kurir dengan upah Rp100 juta apabila sabu itu berhasil laku dijual. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel