Tidak Ada Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru, Warga Makassar Diimbau Berzikir

Merdeka.com - Merdeka.com - Cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Selatan (Sulsel), khususnya Makassar membuat Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto mengeluarkan surat edaran. Isinya dua hal yaitu ajakan tidak membuang sampah dan imbauan untuk menggelar zikir saat malam pergantian tahun.

Danny Pomanto mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan dengan kerja bakti. Hal ini mengingat cuaca ekstrem yang terjadi dalam sepekan terakhir dan menyebabkan banjir.

"Saya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk kerja bakti dan tidak membuang sampah sembarang. Ini agar banjir tidak semakin meluas," ujarnya, Jumat (30/12).

Terkait perayaan malam pergantian tahun, Danny mengatakan mengimbau untuk menggelar zikir.

"Zikir dan berdoa kepada Allah lebih baik dibandingkan kita merayakan pergantian tahun. Kita berdoa agar Indonesia, khususnya Makassar ini dijauhkan dari segala musibah dan bencana," tegasnya.

Sementara Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Ajun Komisaris Besar Zulanda mengatakan pihaknya akan melakukan penyekatan di lima titik pintu masuk ke Kota Makassar. Nantinya, petugas Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar akan menyeleksi pengendara yang akan masuk di Kota Makassar.

"Pengendara yang masuk di Kota Makassar akan diperiksa. Jika menggunakan knalpot brong, membawa sajam, miras, dan TNKB Gantung akan disuruh balik dan putar arah tidak boleh masuk Makassar," tegasnya.

Dia juga menginformasikan Pemerintah Kota Makassar juga tidak akan menggelar pesta kembang api saat perayaan malam pergantian tahun. Hal ini, dikarenakan Pemkot Makassar lebih memilih untuk menggelar zikir bersama di masjid.

"Informasi dari Pemkot Makassar tidak ada kegiatan pesta kembang api ataupun musik. Ini sebagai bentuk keprihatinan adanya musibah bagi saudara kita semua seperti kebakaran Pasar Sentral dan banjir," tuturnya.

Selain itu, jajaran Polrestabes Makassar juga mengimbau kepada hotel dan restoran untuk tidak membuat acara yang bisa mengganggu arus lalu lintas. Zulanda berharap tidak ada lagi aktivitas masyarakat setelah pukul 01.00 Wita.

"Ini guna mencegah potensi kecelakaan lalu lintas karena kelelahan saat berkendara. Kami akan melakukan penguatan dengan pendorongan serta imbauan untuk pengendara kembali ke rumah masing-masing. Namun apabila ditemukan sebagai tindakan kriminal maka akan dilakukan penindakan sesuai dengan kondisi yang ada," ucapnya. [cob]