Tidak Berteman dengan Mantan Bukan Berarti Tak Dewasa tapi Itu Pilihan

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Banyak yang mengatakan jika seseorang yang tidak bisa berdamai dengan mantan akan disebut sebagai tanda ketidakdewasaan. Padahal justru sebaliknya, jika belum merasa siap berteman dengan mantan dan kemudian memaksakan diri dalam hubungan yang terlihat baik-baik saja padahal membuat sakit hati dan tak nyaman, tentu itulah yang dinamakan ketidakdewasaan karena mengorbankan diri sendiri atas orang lain. Jadi, tidak apa-apa untuk tidak berteman dengan mantan jika dirimu masih merasakan hal ini.

1. Masih merasa sakit hati atau marah

Mengatasi putus tidak terjadi dalam sehari dan sangat wajar seseorang akan masih merasa sakit hati setelahnya. Dirimu perlu memberikan banyak waktu dan ruang untuk meratapi akhir hubungan. Itu berarti membiarkan dirimu merasakan emosi kesedihan, frustrasi, penolakan dan kebencian daripada memendamnya. Jika dirimu masih mengatasi perasaan ini, dirimu mungkin belum siap berteman dengan mantan.

2. Selalu marah saat membicarakannya

Jika merasa sulit untuk berbicara tentang mantan tanpa sikap marah, menangis, atau menutup diri sepenuhnya, anggap itu sebagai tanda bahwa kamu belum siap menjadi teman. Mungkin dirimu masih menghindari mengatasi kesedihan atau mungkin masih terobsesi dengan mantan. Dan jika memang dirimu sudah berdamai dengan hal itu, seharusnya dirimu pasti bisa membicarakannya dengan lebih santai.

3. Masih merasa cemburu

Ilustrasi/copyright shutterstock/FILEOPEN CREATION
Ilustrasi/copyright shutterstock/FILEOPEN CREATION

Jika masih memikirkan mantan dengan orang lain dan itu sangat mengganggumu apalagi masih ada perasaan cemburu, itu bukan tanda yang baik untuk berteman. Jadi, jangan memaksa untuk melakukannya jika dirimu masih merasa sakit hati dan lebih baik baik fokus untuk menyembuhkan lukamu terlebih dahulu.

4. Dirimu masih ingin kembali

Tanyakan secara jujur ​​pada diri sendiri mengapa dirimu ingin berteman dengan mantan. Tetapi pikirkanlah apakah dirimu sudah benar-benar berdamai dengannya. Karena hampir tidak mungkin untuk mengembangkan persahabatan jika di dalam hatimu masih tersimpan keinginan untuk kembali bersamanya. Itu sama sekali tidak sehat untuk membangun pertemanan dan dirimu akan terus menjadi orang yang berpura-pura.

5. Masih merasa kesepian

Setelah hubungan berakhir, dirimu mungkin memiliki lebih banyak waktu luang, terutama jika dirimu dan mantan tinggal bersama atau jika kehidupan sosialmu sangat bergantung pada teman dan keluarga orang tersebut. Saat dirimu merindukan hubungan seperti itu, dirimu mungkin tergoda untuk mengisi kekosongan dengan menghubungi mantan dengan alibi persahabatan. Ini bukanlah tanda yang baik untuk membangun pertemanan.

6. Stalking mantan

ilustrasi perempuan main handphone/Photo by picjumbo.com from Pexels
ilustrasi perempuan main handphone/Photo by picjumbo.com from Pexels

Secara obsesif memeriksa media sosial mantan Anda untuk melihat di mana mereka berada dan dengan siapa mereka adalah indikasi kuat bahwa dirimu belum siap untuk berteman. Jika masih mencari informasi tentang mantan dari sumber selain bertanya secara langsung, 'Apakah dia berkencan dengan seseorang?' atau 'Dengan siapa dia bergaul?', itu mungkin indikasi bahwa dirimu masih menyembunyikan beberapa perasaan yang belum terselesaikan.

7. Berharap ia berubah

Jika dirimu tetap berteman dengan mantan hanya agar dapat mengawasi mereka, berharap mereka secara ajaib akan berubah menjadi pasangan impianmu, jangan repot-repot melakukan ini. Duduk-duduk sambil berharap mereka akan mengubah cara mereka bukanlah penggunaan waktu yang sehat atau produktif.

Bukan hal yang buruk jika memilih untuk tidak berteman dengan mantan dan putus kontak dengannya, dan itu bukan berarti bahwa dirimu tidak memiliki kedewasaan sama sekali, justru sebaliknya itu adalah kedewsaan sikap yang mencerminkan bahwa dirimu menyadari betapa berarti kebahagiaanmu sepenuhnya.

#ElevateWomen