Sanksi UEFA untuk Pemain yang Berlaga di Liga Super Eropa: Tidak Bisa Membela Tim Nasional, Berani Mbalelo?

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Sanksi berat menanti klub dan pemain yang nekat tampil di Liga Super Eropa atau European Super League (ESL). Untuk para pemain yang nekat tampil di kompetisi tandingan Liga Champions itu bakal dilarang membela tim nasional masing-masing negara di bawah naungan UEFA.

Sebanyak 12 klub resmi ambil bagian di Liga Super Eropa. Deklarasi telah dilakukan dan susunan pengurus utama sudah dibentuk. Presiden Real Madrid, Florentino Perez, bahkan ditunjuk sebagai presiden.

Sejauh ini, ada tiga klub yang mundur dari Liga Super Eropa, yaitu Bayern Munchen, Paris Saint-Germain (PSG) dan Borussia Dortmund. Sedangkan, RB Leipzig dan Porto dikabarkan bakal ambil bagian bersama 12 klub lainnya.

UEFA dan FIFA resmi tidak memberikan restu untuk digelarnya Liga Super Eropa. Banyak yang menilai kompetisi ini bakal menjadi saingan Liga Champions yang merupakan produk unggulan UEFA di level klub.

Premier League, La Liga, dan Serie A juga melarang digelarnya Liga Super Eropa. Mereka berada di barisan yang sama dengan UEFA dan FIFA. Sanksi pun disiapkan bagi mereka yang akan ambil bagian di Liga Super Eropa.

"Kami akan mempertimbangkan semua tindakan yang tersedia, di semua tingkatan, baik peradilan dan olahraga untuk mencegah hal ini terjadi. Sepak bola berdasarkan kepada kompetisi terbuka dan prestasi olahraga, tidak bisa dengan cara lain," bunyi pernyataan UEFA.

"Klub yang bersangkutan akan dilarang bermain di kompetisi lain di tingkat domestik, Eropa, atau dunia. Pemain mereka bisa ditolak kesempatannya untuk mewakili tim nasional mereka," tegas pernyataan UEFA tersebut.

Pro dan Kontra

European Super League (Ist)
European Super League (Ist)

Banyak pro dan kontra mengenai ide digelarnya Liga Super Eropa. Bagi yang mendukung, mereka punya keyakinan liga ini akan memberi banyak keuntungan, terutama dari sisi finansial. Namun, ada pula yang menolak karena dinilai akan menjadi ketidakadilan.

"Ini adalah perang terhadap dunia sepak bola. Ini aib, memalukan. Itu bertentangan dengan segala hal yang berkaitan dengan sepak bola," ujar Rio Ferdinand kepada BT Sports.

"Itu tergantung kepada uang, keserakahan. Jelas kami belum mendengar apa pun dari FIFA, tapi itu tidak terdengar bagus. Semoga saja mereka menghentikan karena itu hanya keserakahan nyata," ujar Roy Keane kepada Sky Sports.

"Premier League telah dijalankan dengan luar biasa. Kita semua tahu klub adalah investasi, ini adalah bisnis pada akhirnya, tapi apa yang terjadi kepada para penggemar?" ujar Micah Richards.

"Apa yang terjadi dengan kenangan yang dimiliki para penggemar selama bertahun-tahun, mereka dilupakan demi uang? Begitulah sepak bola sekarang ini dan itu adalah aib nyata jika saya jujur," lanjut eks pemain Manchester City itu.

"Saya tidak menentang modernisasi kompetisi sepak bola, tapi mengajukan proposal setelah pandemi COVID adalah skandal nyata. Manchester United dan enam klub besar lainnya yang telah mendaftar harus malu terhadap diri sendiri," ujar Gary Neville.

"Apakah ada Arsenal di liga? Mereka baru saja bermain imbang dengan Fulham. Enam klub Inggris seharusnya mendapatkan poin dari mereka pada musim ini. Ini benar-benar lelucon," lanjut Neville.

Semua pertentangan tersebut memang disuarakan oleh mantan pelaku sepak bola yang kini menjadi pengamat. Mereka yang tidak lagi ada di dalam lapangan tentu bisa melihat dengan lebih jernih baik dan buruknya kehadiran Liga Super Eropa.

Namun, Florentino Perez yang ditunjuk menjadi Presiden Liga Super Eropa, menegaskan tujuannya menghadirkan kompetisi baru antarklub elite sepak bola Eropa.

"Kami akan membantu sepak bola di semua tingkatan untuk mengambil tempat yang selayaknya di dunia. Sepak bola adalah satu-satunya olahraga global di dunia dengan lebih dari empat miliar penggemar dan merupakan tanggung jawab kami sebagai klub besar untuk menanggapi keinginan para penggemar," tegas Florentino Perez dikutip dari Marca.

Sumber: UEFA, BT Sports, Sky Sports, Marca

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, published 19/4/2021)

Video