Tidak Diterima Calon Mertua karena Jadi Tukang Sayur, Gadis Ini Ungkap Pendapatannya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - "Memang dia kerja apa?" tentu bukan pertanyaan asing yang dilayangkan orangtua saat tahu anaknya menjalin hubungan asmara, bahkan ketika baru dekat, dengan orang lain. Walau mungkin bermaksud baik, kebiasaan ini malah membentuk stereotip yang memengaruhi bisa-tidaknya "menerima" seseorang.

Dampak negatif kultur ini pun diakui dirasakan seorang pengguna TikTok @_virgo52. Di keterangan klip yang dibagikan awal bulan ini, ia menulis, "Maaf ya bu. Saya bukan calon mantu idaman yang berseragam."

Sementara dalam video, ia menyebut ibu kekasihnya bertanya apa pekerjaan gadis itu. Begitu mengatakan ia bekerja sebagai penjual sayur, calon mertuanya memperingatkan untuk "tidak mengganggu dan berteman dengan putranya lagi."

Alasannya karena si ibu ingin anaknya mendapatkan calon istri yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Di video tersebut, ungkapan ini dijawabnya dengan menyebut, "Apalah daya yang cuma bisa nyicil tabungan (Rp)700 ribu per hari."

Video singkat ini pun menarik perhatian warganet. Banyak yang mengaku turut bersimpati pada si pemilik akun, menyebut bahwa "padahal pendapatan mbanya melebihi gaji PNS." Ada juga yang berkelakar, "Awas saja kalau si ibu belanja sayur di warung mbanya,"

Ada pula pengguna TikTok yang mengaku pernah bekerja sebagai teller bank, dan berkomentar, "Yang tabungannya banyak itu tukang sayur, tukang ayam, tukang daging, dan tukang cabai. Jelas beda sama yang berseragam, beda duitnya." Sementara yang lain menulis, "Salah perhitungan nih ibunya."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Senasib

Ilustrasi sayuran. (Photo by Markus Spiske on Unsplash)
Ilustrasi sayuran. (Photo by Markus Spiske on Unsplash)

Saat artikel ini ditulis, video tersebut telah ditonton lebih dari 447 ribu kali. Selain komentar-komentar di atas, beberapa warganet juga mengaku pernah berada di situasi yang sama.

"Saya juga pernah karena cuma kerja jadi tukang antar gas. Enggak tahu saja anak buah saya ada 10, rata-rata gajinya (Rp)2,5 juta. Saya enggak punya gaji, tapi omzet bu, 9-12 juta per hari. Apalah daya cuma tukang antar gas," tulis seorang pengguna.

Sisanya ada yang mengaku bisa kuliah karena orangtua mereka adalah tukang sayur. "Tenang saja mbanya bakal dapat yang lebih baik kok," komentar warganet.

Insiden Lain

Ilustrasi Pernikahan. Credit: pexels.com/Deden
Ilustrasi Pernikahan. Credit: pexels.com/Deden

Ini tentu bukan konten pertama tentang calon mertua yang mengundang atensi warganet. Sebelumnya, ada sebuah video berdurasi satu menit 41 detik di media sosial yang memperlihatkan adegan ricuh dalam akad pernikahan. Tampak di sana bahwa mempelai pria ditendang calon mertuanya.

Diduga ayah mempelai wanita kecewa pada calon menantunya karena terlambat empat jam. Tidak tinggal diam, keluarga pengantin pria melaporkan tindakan itu ke polisi.

Melansir merdeka.com, Sabtu (23/10/2021), Kapolsek Rasanae Timur IPTU Surato menjelaskan situasi tersebut, mengatakan, "Empat kali ditunggu KUA di tempat (akad nikah) yang disediakan, namun pengantin pria tak kunjung datang."

"Selain karena perbuatan pengantin pria, keterlambatannya juga memicu amarah calon mertuanya dan pihak keluarga," imbuhnya.

Infografis Kekerasan dalam Pacaran

Infografis Kekerasan dalam Pacaran (liputan6.com/Abdillah)
Infografis Kekerasan dalam Pacaran (liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel