Tidak Divaksinasi Buat Peluang Terbentuknya Varian Baru COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVA – Lonjakan kasus COVID-19 dikhawatirkan dapat melahirkan varian baru yang lebih ganas dan cepat menular. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut varian baru tersebut dapat terbentuk apabila masyarakat enggan divaksinasi.

Prof Wiku menjelaskan, pada prinsipnya virus bukanlah makhluk hidup. Karena virus hanya dapat memperbanyak diri pada inang yang hidup seperti manusia. Dan dalam proses perbanyak diri inilah virus dapat bermutasi dan dapat menghasilkan varian baru.

Lebih lanjut, ia menegaskan upaya terbaik menghindari masuk ke dalam tubuh melalui disiplin protokol kesehatan yang ketat. Upaya lain, meminimalisir penularan yang terjadi dengan mempercepat pelaksanaan strategi vaksinasi nasional.

"Karena peluang terbentuknya varian baru pada orang yang sudah divaksin lebih rendah dari orang yang belum divaksin," jawab Prof Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 secara virtual, dikutip Sabtu, 31 Juli 2021.

Terlebih, untuk vaksin yang diberikan kepada masyarakat, sepenuhnya gratis baik skema program nasional ataupun progam Gotong Royong. Adapun adanya temuan yang menyebutkan ada vaksinasi berbayar di lapangan akan ditindaklanjuti oleh satgas COVID-19 di daerah setempat.

Sementara untuk penerima booster vaksin saat ini adalah tenaga kesehatan sebagai populasi berisiko. Sekaligus vital dalam mendukung pelayanan dalam kesehatan khususnya dalam masa pandemi COVID-19.

Selain itu, pemerintah melalui berbagai kebijakan terus dilakukan seperti penerapan PPKM, optimalisasi posko dan pengaturan pelaku perjalanan untuk mencegah penularan di tengah-tengah masyarakat. Serta mencegah improtasi kasus yang dapat memperburuk kondisi COVID-19 nasional.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel