Tidak Hadir saat Jokowi Sidak, Direktur RSUD Pekanbaru Ternyata Diperiksa Kasus Alkes

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Arifin Achmad (AA) Pekanbaru, Privinsi Riau, Rabu (4/1). Namun Direktur RSUD Wan Fajriatul tidak berada di tempat.

Ternyata, Wan Fajriatul baru saja diperiksa penyidik intelijen di Kejaksaan Tinggi Riau. Dia diperiksa Selasa (3/1) dan akan dilanjutkan Kamis (5/1).

Pemeriksaan terhadap Wan Fajriatul dibenarkan Kasi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi Riau Bambang Heripurwanto. Dia menyebutkan, pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Intelijen.

"Iya kemarin diperiksa. Dimintai keterangan di intel. Klarifikasilah atas nama inisial WF (Wan Fajriatul)," ujar Bambang.

Menurut Bambang, pemeriksaan terhadap Wan Fajriatul masih sebagai saksi. Kasusnya terkait dugaan korupsi alat kesehatan (alkes) di RSUD Arifin Achmad. Dugaan korupsi itu terjadi pada 2021 dan 2022.

Kejaksaan mengagendakan pemeriksaan kembali terhadap Wan Fajriatul. Pemeriksaan kembali dilakukan pada Kamis (5/1).

"Semalam pemeriksaannya, lanjut lagi hari Kamis untuk kasus alkes RSUD itu," jelasnya.

Sebelumnya, Jokowi secara mendadak mengecek pelayanan dan tempat ruang poli di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Kunjungan itu di luar agenda yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Tak ayal, Jokowi membuat petugas medis kelabakan karen tanpa persiapan. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia di rumah sakit milik Pemprov Riau itu disambut Wakil Direktur Medik RSUD Arifin Achmad, Zulkifli. Sedangkan Wan Fajriatul tidak berada di tempat.

Jokowi bersama Gubernur Riau Syamsuar dan pejabat lainnya mengecek tempat pendaftaran dan pelayanan antrean para pasien. Dia juga sempat berbincang dengan pasien yang sedang menunggu di kursi antrean.

Kemudian Jokowi juga meninjau poli perawatan gigi, bahkan sempat juga mendampingi salah satu pasien. Kemudian poli perawatan anak, poli jantung. Selain itu, juga sempat mendapatkan penjelasan soal tempat pelayanan bedah kanker dan jantung yang dimiliki RSUD Arifin Achmad.

Jokowi melihat ada pasien dengan kondisi kepalanya ditutup. Zulkifli menjelaskan bahwa ini pelayanan kanker dan pelayanan kesehatan untuk kemotrapi.

Jokowi kemudian melihat fasilitas dan pelayanan yang ada di rumah sakit, terutama untuk pelayanan BPJS yang jadi perhatian Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berdiskusi dengan pengunjung dan pasien yang sedang dirawat. [cob]