Tidak Hanya Semanggi dan Lontong Balap, Ini Varian Baru Kuliner Surabaya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya- Kuliner Surabaya berkembang sangat cepat. Tidak lagi sebatas rujak cingur, tahu tek, lontong balap, atau rawon. Ada juga kuliner Surabaya yang bisa dibawa pulang atau untuk oleh-oleh yaitu Lapis Kukus Surabaya.

Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Lapis Kukus meluncurkan satu varian rasa terbaru yaitu Lapis Kukus rasa Choco Cookies. Lapis Kukus Surabaya Choco Cookies ini diperkaya taburan choco cookies di atas bolu yang lembut.

Lapis Kukus Pahlawan Choco Cookies memiliki dua lapisan yang berbeda yaitu lapis kukus rasa vanila dan coklat, yang dilapisi buttercream di atasnya.

“Kami meluncurkan varian baru ini untuk menggairahkan pasar kue di Surabaya. Sebab, waktu pandemi kemarin, penjualan kami sempat anjlok hingga 50 persen,” tutur Head of Marketing Lapis Kukus Surabaya, Yudi Permadi saat berbincang dengan liputan6.com di Jalan Diponegoro, Surabaya, Sabtu (13/11/2021).

Yudi menuturkan, kehadiran varian rasa baru ini melengkapi delapan varian rasa sebelumnya, sehingga jumlah total varian rasa Lapis Kukus Surabaya sebanyak sembilan varian. Pada Desember 2021, Lapis Kukus Surabaya juga akan kembali mengeluarkan varian rasa baru.

“Memang kami cukup agresif untuk memunculkan varian baru. Dalam setahun setidaknya ada tiga hingga empat varian rasa baru,” katanya.

Setiap boks Lapis Kukus Surabaya dijual mulai dari Rp 30.000. Segmentasi pasar kuliner ini tidak hanya warga Surabaya, tapi juga wisatawan yang berkunjung ke kota Pahlawan.

Di Surabaya, Lapis Kukus Surabaya memiliki sebanyak tujuh outlet. Selain itu, juga ada sejumlah toko mitra di luar Surabaya dengan sistem franchise atau waralaba.

Penjualan kuliner Surabaya ini, sejauh ini masih ditopang oleh penjualan di toko atau offline, sekitar 60 persen.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel