Tidak Kalah dengan Indonesia, Thailand Bakal Banyak Produksi Kendaraan Listrik di Masa Depan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Thailand menargetkan kendaraan listrik bisa menyumbang 30 persen dari total produksinya pada 2030. Hal tersebut, tertulis di peta kendaraan listrik Negeri Gajah Putih, yang diumumkan pekan lalu.

The Nation melaporkan, rincian pengembangan kendaraan listrik di Thailand diungkapkan oleh Menteri Energi Supattnapong Punmeechaow, usai rapat komite kebijakan kendaraan listrik nasional.

Peta jalan ini rencananya terbagi dalam tiga fase. pertama, program yang akan berlangsung hingga 2022 pemerintah akan mempromosikan motor listrik dan mendukung pengembangan infrastruktur secara nasional.

2023 hingga 2025 merupakan tahap kedua, di mana industri kendaraan listrik akan dikembangkan untuk memproduksi 225 ribu unit mobil dan truk pikap listrik serta 360 ribu unit motor listrik dan 18 ribu bus dan truk, termasuk produksi baterai.

Seperti yang ditunjukan dalam laporan tersebut juga, pencapaian pertama ini dirancang untuk memberikan keuntungan biaya melalui skala ekonomi.'

Sedangkan fase ketiga, yang akan berlangsung pada 2026 hingga 2030, Thailand akan mengadopsi kebijak 30/30 bekerja menuju target produksi sebanyak 725 ribu unit mobil dan pikap serta 675 ribu unit motor listrik pada 2030, yang merupakan 30 persen dari semua produksi mobil, termasuk pembuatan baterai dalam negeri.

Terakhir, peta jalan ini juga menambahkan komite kebijakan kendaraan listrik juga akan menetapkan insentif keuangan dan pajak, serta standar keselamatan untuk produsen kendaraan listrik dan baterai.

Thailand Setop Penjualan Mobil Bensin dan Diesel pada Tahun 2035

Selama setahun terakhir, aktivitas terkait perkembangan kendaraan listrik dari Thailand dan Indonesia tidak pernah berhenti. Kedua negara tersebut, tidak hanya ingin menguasai penjualan mobil ramah lingkungan saja, tapi juga menguasai ekosistemnya.

Ambisi tersebut, mulai dari rencana produksi kendaraan listrik, baterai, dan pengembangan infrastruktur yang dibuat secara teratur. Demikian dilansir Paultan, Minggu (25/4/2021).

Laporan terbaru datang dari Negeri Gajah Putih, yang mengatakan akan menjual kendaraan tanpa emisi di dalam negeri mulai 2035. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menjual semua mobil listrik dan menjadi pusat produksi di Asia Tenggara.

Tahun lalu, Thailand mengumumkan kebijakan yang bertujuan menjadikannya basis produksi EV untuk wilayah tersebut dalam waktu lima tahun, dan saat ini pergerakannya sedang dipercepat untuk mencapai titik tertinggi.

"Kami bisa melihat dunia sedang menuju ke arah itu, jadi kami harus bergerak cepat. Kami ingin menangkap pertumbuhan pasca pandemi, dan kami memiliki ambisi untuk menjadi pusat produksi karena kami sudah memiliki rantai pasokan yang ada," jelas Kawin Thangsupanich, Penasihat Komite Kebijakan Nasional Kementerian Energi.

Rencana baru tersebut juga menetapkan target memiliki kendaraan listrik yang menyumbang 50 persen dari semua registrasi mobil baru pada akhir dekade ini. Naik 30 persen yang telah ditetapkan sebelumnya, ketika Thailand mengumumkan untuk membangun 750 ribu unit per tahun pada 2030.

Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran

Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: