Tidak Menyerah pada Keadaan, Pria Pekerja Keras Ini Jadi Ojol dan Kuli Bangunan Hingga Kini Jadi Polisi

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Meraih impian memang membutuhkan perjuangan. Pantang menyerang pun menjadi kata kunci untuk menggapai cita-cita agar sukses menjali hidup.

Sikap pantang menyerah pun ditunjukan seorang pria yang rela menjalani berbagai profesi mulai dari ojok online hingga kuli bangunana demi mengejar cita-citanya menjadi seorang polisi.

Hal ini dikarenakan, bagi dirinya tak mudah terlahir dari keluarga seorang pemulung barang bekas untuk menjadi seorang polisi. Sebab selain fokus mengejar impian, ia juga tentu harus mencari nafkah untuk keluarganya.

Di tahun 2020 ia pun mencari penghasilan melalui ojek online. Ia sampai tertidur karena menunggu orderan masuk.

"Di tahun 2020 saya bekerja Grab (pengemudi). Ini pas ketiduran di basecamp gara-gara menunggu orderan masuk," tulisnya, dikutip dari akun Instagram @dunia_kaumhawa melansir Merdeka.com.

Tak hanya satu pekerjaan yang ia lakoni, melainkan beberapa pekerjaan seperti mengantar minuman kemasan, berjualan ketupat dan keripik, sopir angkutan barang, hingga kuli juga dijajalnya.

Setengah penghasilan dari hampir semua pekerjaannya tersebut diberikan kepada sang ibunda untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Pernah jadi kuli bangunan, uangnya dipakai buat kebutuhan sehari-hari sama kasih ke mamak. Pernah jadi sopir pindahan juga. Uangnya dibagi dua sama mamak," sambungnya," ujarnya.

Daftar polisi

Pemuda Pekerja Keras Pernah Jadi Ojol Hingga Kuli Bangunan, Adu Nasib Kini Jadi Polisi. Instagram/@dunia_kaumhawa ©2021 Merdeka.com
Pemuda Pekerja Keras Pernah Jadi Ojol Hingga Kuli Bangunan, Adu Nasib Kini Jadi Polisi. Instagram/@dunia_kaumhawa ©2021 Merdeka.com

Banyaknya pekerjaan yang ia kerjaakan untuk menyambung hidup, tak membuat impiannya padam. Ia memberanikan diri untuk mendaftar polisi. Ia pun langsung mengurus bekas persyaratan dengan waktu yang tidak sebentar.

"Pada akhirnya, saya mengadu nasib mendaftar Polri tahun pertama. Mengurus berkas sampai 1 minggu baru selesai semua. Setiap tes, saya selalu sendiri, gak pernah diantar orangtua," tulisnya.

Rasa kecil hati pun dirasakannya, lantaran mendengar cerita dari sejumlah kawan seperjuangan yang rela merogoh kocek untuk sekadar mengikuti bimbingan belajar. Sementara ia hanya bermodalkan belajar mandiri.

"Selalu minder karena peserta yang lain mengikuti bimbingan belajar, sedangkan saya cuma belajar otodidak sendiri," ungkapnya.

Perjuangan serta pengorbanannya selama ini membuahkan hasil yang manis. Pemuda yang selalu gigih dan pantang menyerah dalam mencari penghidupan itu akhirnya dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti pendidikan Bintara Polri.

"Pada akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu tiba dan saya dinyatakan lulus terpilih mengikuti pendidikan Bintara Polri," jelasnya.

Mengetahui putranya bakal menjadi seorang polisi, sang ibunda pun menangis haru bercampur bahagia saat dihubungi. Cerita sang pemuda tersebut merupakan bukti, keadaan yang kurang menguntungkan bukanlah suatu kutukan.

"Pesan buat semuanya, jangan pernah menyerah dengan keadaan. Tetap semangat karena rezeki itu tidak ada yang tahu," pungkasnya.

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel