Tidak Perlu Resign, ini 5 Cara Menghadapi Atasan yang Penuh Tekanan

Fimela.com, Jakarta Berada di bawah tekanan memang bukan hal yang mudah. Tapi bagaimana jika itu adalah tuntutan dari pekerjaan? Apalagi jika kantor kamu sedang melakukan perombakan pegawai, juga adanya pemimpin baru yang lebih sulit ditaklukan daripada pemimpin sebelumnya.

Kamu terus merasa menjalani hari-hari sulit setiap berada di kantor, sehingga hal itu dapat mempengaruhi kinerja kamu di kantor. Ketika bos sering melakukan umpan balik yang negatif berupa kritik yang mengalir terus-menerus, kamu akan menjadi lebih mudah putus asa untuk menghadapinya.

Menghadapi bos yang penuh tekanan mungkin juga membuat kamu meragukan profesi kamu dengan bertanya-tanya apakah ini benar-benar cocok untuk kamu atau tidak? waktu berjalan seakan sangat lamban dan membuat kamu frustasi.

"Salah satu kunci untuk mengelolanya adalah tidak membuatnya jelas bahwa kamu melakukannya," seperti yang ditulis oleh Roberta Matuson dalam bukunya yang berjudul Suddenly in Charge: Managing Up, Managing Down. “Mengelola bukan tentang menjadi favorit bos. Ini tentang belajar bekerja dalam batas-batas organisasi untuk mendapatkan apa yang kamu butuhkan, sambil membantu atasan kamu dan organisasi memenuhi tujuan mereka."

Di bawah ini 5 cara untuk mengambil kembali hakikat pekerjaan kamu dari atasan kamu yang mengerikan dan mencintai pekerjaan kamu lagi, seperti dilansir dari shesaid.com

1. Amati Gaya Komunikasi

ilustrasi kantor | pexels.com/@canvastudio

"Jangan berasumsi bahwa apa yang kamu pikirkan adalah cara yang tepat untuk berkomunikasi dengan bos baru," saran Matuson.

Tanyakan kepada bos kamu bagaimana dia lebih suka menerima komunikasi dari diri kamu. Misalnya, apakah dia lebih suka laporan status mingguan atau lebih suka bertemu setiap hari untuk laporan harian? dengan menanyakan hal ini di muka, kamu dapat menghindari membuang waktu untuk menulis laporan yang tidak akan pernah dibaca.

2. Cari tahu seperti apa kesuksesan itu bagi mereka

Kita semua memiliki gagasan yang berbeda tentang seperti apa kesuksesan dalam pekerjaan kita, dan itu juga berlaku bos kita. Jadi sebelum atasan kamu bahkan tidak mengakui betapa hebatnya presentasi kamu dalam rapat, luangkan waktu untuk mencari tahu aspek-aspek kunci dari peran kamu yang mereka anggap paling kritis.

Bisa jadi bos kamu tidak terlalu menekankan pada presentasi, melainkan progress dari proyek yang kamu jalani. Mungkin ia akan memberikan nilai lebih besar pada hasil proyek, atau pelaporan terperinci. Satu-satunya cara untuk mengetahui bagaimana mendapatkan persetujuan mereka adalah dengan bertanya langsung kepada bos kamu, seperti apa kesuksekan peran kamu baginya.

3. Bantu mereka terlihat bagus

Yang satu ini mungkin terdengar ngeri, terutama jika bos kamu sudah bukan orang favorit bagi dirimu, tetapi mendedikasikan waktu untuk menyoroti kelemahan mereka hanya akan membuat kamu terlihat kecil dan berpotensi tidak profesional.

Sementara itu, fokuslah pada cara-cara untuk membantu mereka keluar di daerah yang kurang mereka miliki. Jika mereka terus-menerus terlambat menghadiri rapat, tawarkan untuk memulai rapat terlebih dahulu. Jika mereka benar-benar memiliki jadwal yang padat dan berantakan, kirim mereka jadwal rencana kerja kamu di awal setiap minggu dan tawarkan untuk melakukan tugas penjadwalan lainnya untuk membantu mereka mencapai waktu terbaik. Dengan melakukan itu, kamu akan membuat diri kamu sangat diperlukan di mata bos kamu, yang berarti mereka akan lebih berpihak padamu ketika kamu membutuhkannya.

4. Tahu kapan harus mundur

ilustrasi atasan di kantor | pexels.com/@monstera

Mundur bukan tentang menunjukkan penolakan, atau kemalasan, ini tentang mendefinisikan batas-batas yang jelas, sesuatu yang semua pemimpin hebat tahu bagaimana melakukannya.

"Misalkan bos kamu memberikan lebih banyak pekerjaan kepada kamu dan kamu tidak memiliki waktu yang tersisa. Mengatakan "Saya tidak punya waktu" sepertinya merupakan jawaban yang jujur, tetapi pendekatan ini dapat menyebabkan bos kamu mempertanyakan kemampuan kamu untuk melakukan banyak tugas. Respons yang lebih baik adalah dengan mengatakan, "Saya butuh bantuan Anda untuk memprioritaskan proyek saya," rekomendasi Matuson.

Hal terbaik tentang pendekatan ini adalah bahwa kamu bukan mengatakan tidak, kamu juga tidak setuju untuk mengambil pekerjaan yang tidak dapat kamu selesaikan. Kamu juga mengingatkan dia berapa banyak pekerjaan yang ia tugaskan untukmu dan memungkinkan ia untuk memilih tugas mana yang diprioritaskan.

5. Lakukan perlawanan baik

Pada akhirnya, jika bos kamu secara teratur meneriaki kamu, mengkritik, bahkan melecehkan, atau memperlakukan kamu dengan cara yang membuat kamu merasa tidak nyaman dan tidak dihargai, kamu tidak perlu menderita dalam kesunyian. Tetapi penting bagi kemakmuran karier kamu bahwa kamu memanggil atasan kamu karena perilaku buruk mereka dengan cara yang benar.

Dekati situasi dengan tenang, dengan kepala dingin, dan tidak dalam kondisi penuh emosi, juga tetaplah menjelaskan fakta, menghindari diskusi emosional yang bisa membuat kamu terlihat tidak profesional. Jika kamu masih belum merasa didengar, tindak lanjuti dengan departemen SDM perusahaan kamu, mereka ada di sana untuk melindungimu.

#Changemaker

Penulis: Iffah Nurahmah