Tidak Untuk Ditiru, Pria Ini Pakai Lengan Palsu Saat Divaksin Demi Dapat Sertifikat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sertifikat vaksin saat ini menjadi salah satu dokumen penting yang harus dimiliki setiap orang di dunia. Tidak hanya di Indonesia, sertifikat vaksin ini berlaku pula di belahan dunia lain. Hal ini sebagai bukti bahwa orang yang memiliki telah melakukan vaksin dan bisa beraktivitas seperti aturan yang ada.

Bila belum memiliki sertifikat vaksin, di Italia setiap orang harus jalani pemeriksaan rutin setiap 48 jam. Hal ini pun membuat salah satu oknum melakukan aksi nekat yang tidak lazim.

Melansir dari Odditycentral, seorang pria di Italia mendatangi fasilitas vaksin dan minta untuk disuntik. Namun karena ia tidak ingin vaksin masuk ke tubuhnya, ia pun menggunakan lengan palsu, demi mendapatkan sertifikatnya.

Aksi pria ini ini akhirnya ketahuan oleh seorang perawat yang hendak memberikannya suntikan vaksin. Pria berusia 50 tahun yang identitasnya disembunyikan ini akhirnya ditangkap oleh pihak berwajib atas aksinya tersebut.

Berikut ulasan pria di Italia pakai lengan palsu saat vaksin yang Liputan6.com lansir dari Odditycentral, Minggu (5/12/2021).

Di tengah gelombang Covid-19 yang belum usai, ada oknum yang ingin dapatkan sertifikat vaksin dengan cara yang tidak lazim

Petugas kesehatan menunjukkan jarum suntik kosong usai menyuntik seorang wanita dengan vaksin COVID-19 pada hari pertama vaksinasi nasional di sebuah sekolah di Kota Quezon, Filipina, Senin (29/11/2021). Kemunculan COVID-19 varian Omicron telah memicu alarm baru di Filipina. (AP Photo/Aaron Favila)
Petugas kesehatan menunjukkan jarum suntik kosong usai menyuntik seorang wanita dengan vaksin COVID-19 pada hari pertama vaksinasi nasional di sebuah sekolah di Kota Quezon, Filipina, Senin (29/11/2021). Kemunculan COVID-19 varian Omicron telah memicu alarm baru di Filipina. (AP Photo/Aaron Favila)

Seorang pria berusia 50 tahun di Italia ingin mendapatkan sertifikat vaksin agar aktivitasnya mudah tanpa harus menjalani pemeriksaan setiap 48 jam. Melansir dari Odditycentral, pria ini mendatangi fasilitas vaksin menggunakan lengan palsu.

Aksinya ini pun awalnya tidak disadari oleh seorang petugas, namun saat hendak memasukan jarum suntik dan memegang lengannya, petugas ini merasakan sesuatu yang janggal. Merasa sedang tidak memegang lengan dengan kulit manusia, akhirnya petugas ini meminta pria tersebut untuk membuka seluruh lengannya. Padahal saat hendak disuntik, pria tersebut hanya sedikit membuka bagian lengannya.

Usai diketahui bahwa pria tersebut mengenakan lengan palsu, petugas pun akhirnya memanggil polisi.

Usai ketahuan, oknum tersebut sempat meminta petugas untuk merahasiakan aksinya

Usai diketahui oleh petugas vaksin, pria tersebut membujuk agar aksinya ini tidak dilaporkan. Namun tetap saja, aksi yang bisa merugikan banyak orang yang sedang berusaha agar kasus Covid-19 segera usai perlu penanganan yang serius.

“Kasus ini merupakan hal yang konyol, kecuali berbicara tentang sikap penolakan yang sangat besar, hal ini tidak dapat diterima dalam menghadapi pengorbanan pandemi yang telah dilakukan masyarakat lainnya” Alberto Cirio, Gubernur Piedmont, mengucapkan terima kasih kepada staf "bertanggung jawab" yang menyerahkan pelaku.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel