Tidur Larut Malam hingga Penyendiri, Ini 6 Ciri Orang dengan IQ Tinggi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Meski intelligent quotient atau IQ bukan satu-satunya indikator untuk menentukan kecerdasan seseorang, tak dapat dipungkiri bahwa IQ masih 'didewakan'.

Tak mengherankan bila beberapa sekolah kerap mengadakan tes IQ untuk mengukur kecerdasan para siswanya. Mereka yang ber-IQ tinggi pun langsung dicap sebagai siswa cerdas.

Namun menurut sejumlah studi, sebenarnya mengukur tingkat IQ seseorang tak harus melalui serangkaian tes. Pasalnya, sejumlah ciri dapat menggambarkan tingkat kecerdasan seseorang.

Meski demikian, beberapa ciri yang terkait dengan tingginya IQ seseorang tak selamanya baik. Bahkan beberapa di antaranya mungkin membuat dahi Anda berkernyit.

Seperti dikutip dari Indy100, Rabu (10/2/2021), berikut 6 ciri orang dengan IQ tinggi:

1. Penyendiri

ilustrasi warna baju (sumber: pixabay)
ilustrasi warna baju (sumber: pixabay)

Jika bicara soal bahagia, mungkin sebagian orang membayangkan soal bersenda gurau bersama kawan-kawan. Namun, bersosialisasi justru membuat orang yang ber-IQ tinggi menderita.

Menurut penelitian, jika seorang yang ber-IQ tinggi bersosialisasi, maka tingkat kepuasan mereka terhadap hidup semakin kecil.

2. Berpandangan Politik Liberal

Ilustrasi Kisah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Kisah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Credit: pexels.com/pixabay

Orang-orang yang memiliki pandangan politik liberal diduga memiliki IQ yang lebih tinggi.

Alasannya, keyakinan liberal cenderung melawan naluri evolusioner. Kekuatan tersebut membuat seseorang lebih mungkin untuk mengatasi perubahan.

3. Tidur Larut Malam

Bangun tidur di pagi hari / Sumber: Pixabay.com
Bangun tidur di pagi hari / Sumber: Pixabay.com

Meski tidur larut malam telah terbukti tak berdampak baik bagi kesehatan, sebuah studi mengungkap bahwa kebiasaan itu tak berlaku bagi mereka yang ber-IQ tinggi.

Dalam studi tersebut, orang-orang ber-IQ tinggi cenderung tidur larut malam dan bangun siang.

4. Malas

Ilustrasi Malas (pixabay.com)
Ilustrasi Malas (pixabay.com)

Penelitian terbaru menyebut jangan mudah menuduh bahwa orang-orang 'pemalas' tak bekerja keras. Pasalnya, otak mereka yang bekerja dengan keras.

Orang-orang yang malas lebih senang berpikir. Sementara mereka yang tidak, lebih suka melakukan aktivitas fisik.

5. Tak Memiliki Hubungan Romantis saat Remaja

Ilustrasi Merasa Kesepian Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Merasa Kesepian Credit: pexels.com/pixabay

Stereotipe yang menyebut bahwa orang jenius biasanya tak beruntung dalam percintaan, ternyata terbukti dalam sebuah studi.

Ketika teman-teman mereka sudah memiliki kekasih, mereka justru kebalikannya. Mungkin hal itu didorong dengan sikap penyendiri orang-orang yang ber-IQ tinggi.

6. Menderita Gangguan Kesehatan Mental

Ilustrasi stres. Sumber foto: unsplash.com/Francisco Moreno.
Ilustrasi stres. Sumber foto: unsplash.com/Francisco Moreno.

Sejumlah penelitian mengindikasi bahwa anak-anak dengan IQ tinggi, biasanya terkait dengan gangguan kesehatan mental, salah satunya bipolar.

Menurut studi lain, orang-orang yang ceras juga biasanya lebih mudah gelisah.