Tiga calon haji Ambon batal berangkat karena belum lunasi BPIH

Tiga orang calon haji dari Kota Ambon batal berangkat menuju Tanah Suci, karena belum melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).

"Kuota haji kota Ambon tahun 2022 sebanyak 165 orang, tetapi hingga batas waktu yang ditentukan ketiganya belum melunasi BPIH, sehingga yang ditetapkan untuk berangkat 162 orang," kata Kepala kantor agama kota Ambon, R.A.F. Hasanussi, di Ambon, Sabtu.

Ia mengatakan ketiganya diganti dengan jamaah haji cadangan lantaran tak kunjung melakukan konfirmasi keberangkatan hingga waktu penutupan.

"Kita tidak bisa ulur waktu sampai mereka melakukan pelunasan, mengingat pelaksanaan sudah semakin dekat dan ada batas waktu yang ditetapkan," katanya.

Baca juga: Enam calon haji Maluku mutasi ke daerah lain

Baca juga: Pra embarkasi antara masih diterapkan bagi 496 jamaah haji Maluku 2022

Ia mengakui, tidak ada alasan lain pembatalan keberangkatan calon haji selain persyaratan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi salah satunya pembatasan usia.

Setelah adanya penyesuaian kuota haji maka hal itu berimbas pada pengurangan jamaah haji Tanah Air.

Sebanyak 40 calon haji Kota Ambon harusnya berangkat pada musim haji 2022 batal berangkat, karena usianya telah melampaui 65 tahun sesuai yang dipersyaratkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

"Sebagian dari jamaah yang telah siap dinyatakan berangkat tahun 2022 dibatalkan karena usianya melampaui 65 tahun," katanya.

Sesuai jadwal tanggal 22 Juni 2022 seluruh jamaah Kota Ambon akan menempati lantai dua Gedung Muzdalifah Asrama Haji Waiheru kota Ambon.

"Hari ini juga akan dilakukan tes PCR yang dilakukan dinas kesehatan kota Ambon, dilanjutkan tahap kedua oleh dinas kesehatan provinsi Maluku sebelum proses pemberangkatan menuju Makassar pada 24 Juni 2022," katanya.*

Baca juga: Untuk bangun Masjid Asrama Haji Maluku, pemerintah bantu Rp1,5 miliar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel