Tiga calon rektor berebut pimpin Universitas Lambung Mangkurat

Tiga calon rektor berhak memperebutkan pimpinan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2022-2026 setelah melalui tahapan penyaringan bakal calon rektor, pada Rabu ini, melalui proses pemungutan suara oleh 66 anggota senat.

"Penyaringan telah selesai. Dari empat bakal calon sudah mengerucut menjadi tiga calon yang hari ini ditetapkan," kata Ketua Senat ULM Prof Muhammad Hadin Muhjad di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu.

Hasil perolehan suara, Ahmad unggul dengan 30 suara, disusul Achmad Syamsu Hidayat 24 suara, Aminuddin Prahatama Putra 8 suara dan Yudi Firmanul Arifin 4 suara.

"Anggota senat total 67 orang, namun satu orang tidak hadir," kata Hadin.

Baca juga: 19 penyandang disabilitas dan 15 hafiz Quran bersaing masuk ULM

Baca juga: Penerima beasiswa IBFL Adaro lulus dengan IPK rata-rata 3,50 di ULM

Setelah muncul tiga calon rektor tersebut, maka tahap selanjutnya, hasil penyaringan senat dilaporkan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk tahap asesmen terhadap ketiga nama.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor ULM periode 2022-2026 Nurul Azkar menjelaskan tahap terakhir pemilihan tiga calon rektor oleh anggota senat bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim pada 31 Agustus 2022 mendatang.

Menteri memiliki bobot suara 35 persen dari total anggota senat yang hadir. Berdasarkan haknya atas suara tersebut, Menteri pun bisa membagi suaranya ke para kandidat atau bulat hanya untuk satu calon rektor.

Diketahui Rektor ULM Prof Sutarto Hadi yang telah memimpin dua periode berakhir masa jabatannya pada 19 September mendatang. Sesuai aturan, pemilihan calon rektor minimal 15 hari sebelum masa jabatan rektor yang ada berakhir.

ULM sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik dan tertua di Kalimantan terakreditasi A dan sudah berstatus Badan Layanan Umum (BLU) kini menanti calon pemimpin baru untuk menakhodai kampus yang dihuni 35 ribu lebih mahasiswa.*

Baca juga: ULM gandeng Universitas Cambridge jajaki kelas internasional

Baca juga: KLHK : Pelestarian hutan Kalimantan kurangi emisi gas rumah kaca

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel