Tiga Gerilyawan Taliban Tewas dalam Operasi di Afghanistan

Kabul (ANTARA/Xinhua-OANA) - Tiga gerilyawan Taliban tewas dan delapan lagi ditangkap dalam beberapa operasi yang dilancarkan oleh pasukan Afghanistan dan tentara koalisi pimpinan NATO, Senin, kata koalisi atau Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) di dalam siaran pers.

"Pasukan keamanan koalisi dan Afghanistan menewaskan pemimpin Taliban, Haqiq, selama satu operasi di Kabupaten Sherzad, Provinsi Nangarhar, hari ini. Setelah pengidentifikasian positif mengenai ancaman, pasukan keamanan berhadapan dengan gerilyawan bersenjata, serta menewaskan Haqiq dan dua gerilyawan lagi," kata ISAF di dalam siaran pers tersebut.

Tak ada warga sipil yang jadi korban selama operasi itu di provinsi yang terletak 120 kilometer di sebelah timur Ibu Kota Afghanistan, Kabul, katanya.

"Haqiq, yang juga dikenal sebagai Sur Gul Lala, melancarkan serangan terhadap pasukan koalisi dan Afghanistan. Ia menguasai uang dari pemerasan terhadap warga desa di dalam kabupaten itu untuk mendanai kegiatan Taliban. Pasukan keamanan juga menahan tiga tersangka gerilyawan dan menyita sejumlah senjata, peralatan serta amunisi," kata pasukan koalisi dan Afghanistan, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin siang.

Dalam operasi terpisah, pasukan gabungan menahan tiga tersangka di Kabupaten Daman, Provinsi Kandahar, 450 kilometr di sebelah selatan Kabul pada Senin pagi.

Di Provinsi Baghlan, 160 kilometer di sebelah utara Kabul, pasukan keamanan koalisi dan Afghanistan menangkap seorang komandan senior Taliban di Kabupaten Baghlan-e Jadid, Senin pagi.

Selain itu, tiga pemimpin Taliban lokal ditahan oleh pasukan gabungan di Baghlan-e Jadid dan Daerah Dahani Ghori, Provinsi Baghlan, Ahad (13/1), kata Kepala Polisi Provinsi tersebut Assadullah Shirzad kepada Xinhua pada Senin.

Pasukan keamanan Afghanistan dan lebih dari 100.000 tentara koalisi pimpinan NATO terus menekan gerilyawan Taliban dan kelompok lain gerilyawan di negeri itu, meskipun terjadi penurunan serangan akibat cuaca dingin dan kedatangan musim dingin di negara yang dirongrong kerusuhan tersebut.

Catatan yang disiarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Afghanistan memperlihatkan lebih dari 30 gerilyawan telah tewas dan hampir 110 orang lagi ditahan sejak awal Januari selama operasi militer di seluruh negeri itu.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.