Tiga hal yang kita petik dari Liga Premier akhir pekan lalu

London (AFP) - Liverpool memperpanjang selisih keunggulan mereka di puncak klasemen Liga Premier menjadi 14 poin dengan menyimpan satu pertandingan lebih banyak dengan menancapkan kecepatan memecahkan rekor setelah mencatat kemenangan ke-20 dari 21 pertandingan di Tottenham.

Manchester City kini menjadi terbaik kedua setelah sang juara bertahan membabat Aston Villa 6-1 untuk melompati Leicester.

The Foxes dikalahkan 1-2 oleh Southampton, yang membalas kekalahan memalukan 0-9 saat kedua tim terakhir kali bertemu pada Oktober.

AFP Sports merangkum tiga hal yang kita petik dari Liga Premier akhir pekan kemarin:

Tujuh bulan lalu Spurs bisa saja dinobatkan sebagai juara Eropa seandainya mereka mengalahkan Liverpool pada final Liga Champions.

Dampak pasca malam final di Madrid itu masih dirasakan oleh kedua klub ketika Spurs tak bisa memulihkannya ketika pasukan Jurgen Klopp justru telah menghentak ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Liverpool membuat awal terbaik yang pernah tercatat di lima liga elite Eropa dengan mengemas 61 poin dari kemungkinan 63 poin.

Sekarang terdapat selisih 31 poin di antara Liverpool dan Spurs, tetapi yang lebih mengkhawatirkan bagi Tottenham adalah selisih sembilan poin dari Chelsea yang menempati urutan keempat.

Pasukan Jose Mourinho hanya memenangkan dua dari delapan pertandingan terakhirnya dalam semua kompetisi dan terlihat tidak mampu mengayunkan langkah yang diperlukan untuk masuk empat besar, sekalipun Chelsea terus mengalami ketidakkonsistenan yang telah merusak musim mereka.

Mourinho menandaskan bahwa dia harus memanfaatkan sumber daya sebaik mungkin alih-alih beralih ke pasar transfer untuk solusi, tetapi Tottenham terlihat seperti tim yang butuh dibangun kembali.

Upaya City mengejar Liverpool mungkin hal yang menyedihkan, tetapi mereka kembali ke performa terbaiknya di Villa Park di mana Sergio Aguero kembali menulis namanya dalam buku sejarah.

Pemain Argentina itu memecahkan rekor jumlah gol yang dicetak pemain non-Inggris dan hattrick di Liga Premier dengan treble ke-12 kalinya untuk menambah jumlah golnya menjadi 177 gol.

Aguero bahkan belum terjamin menjadi starter pada beberapa pekan terakhir karena Pep Guardiola merotasi gar skuad tetap segar menjelang pertandingan besar Liga Champions menghadapi Real Madrid bulan depan.

Dan rentetan sembilan kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir mereka menunjukkan juara Inggris itu dengan berpuncak kepada bentuk terbaik menjelang pertandingan mereka dengan sang juara Eropa 13 kali.

Balas dendam meyakinkan terhadap Leicester adalah ilustrasi sempurna transformasi Southampton selama sebulan terakhir.

Setelah kekalahan di kandang dari Everton pada November dan West Ham sebulan kemudian, manajemen Saints termaafkan berkat setelah menarik pelatuk dengan merekrut Ralph Hasenhuttl.

Memang rekor kemenangan di St. Mary's tidak banyak membantu memperlama tugas Marco Silva atau Manuel Pellegrini karena keduanya dipecat pada Desember.

Namun, kesabaran Southampton terbayarkan dengan cara menakjubkan lewat rentetan empat kemenangan dan sekali imbang dari lima pertandingan liga terakhir mereka. Mereka kini berada lebih dekat ke zona Eropa daripada zona tiga terbawah.

Danny Ings telah menjadi katalisator dengan 10 gol dalam 11 pertandingan terakhirnya dan dia kembali menjadi penentu kemenangan dalam laga di King Power itu.

"Kami melakukan segala yang kami bisa untuk membalikkan keadaan dan kami sudah melakukannya lebih baik dari itu," kata Ings yang telah menempatkan dirinya dalam persaingan masuk skuad Inggris untuk Euro 2020.

"Saya sangat bangga dengan kami sebagai tim dan seberapa jauh kami mencapai."

kca/mw