Tiga Jenazah Korban Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang Diserahkan ke Keluarga

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tiga jenazah korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang sudah diserahkan kepada pihak keluarga, untuk disemayamkan, Kamis (9/9/2021).

Pihak Lapas Kelas I Tangerang yang diwakili langsung oleh Kalapas, Victor Teguh Prihartono yang menyaksikan langsung penyerahan tersebut di Kamar Jenazah RSUD Kabupaten Tangerang.

Dari data yang diperoleh, tiga jenazah tersebut masing-masing dibawa ke tempat berbeda. Jenazah atas nama Timothy langsung disemayamkan di Krematorium Boen Tek Bio, lalu dua jenazah lainnya dibawa ke Jakarta Timur dan Sukabumi, Jawa Barat.

Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly mengungkapkan, tiga jenazah korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang ini tidak perlu lagi diidentifikasi kepolisian. Sebab, ketiganya masih bisa dikenali karena luka bakarnya 98 persen.

"Yang meninggal tadi pagi, langsung kami serahkan kepada keluarga, karena identitas mereka sudah diketahui, jadi tidak perlu lagi ke Inavis," tutur Yasona.

Total Korban Meninggal 44 Orang

Tim DVI RS Polri mengumumkan 1 korban meninggal karena kebakaran Lapas Kelas I Tangerang teridentifikasi, Kamis (9/9/2021). (Liputan6.com/ Ady Anugrahadi)
Tim DVI RS Polri mengumumkan 1 korban meninggal karena kebakaran Lapas Kelas I Tangerang teridentifikasi, Kamis (9/9/2021). (Liputan6.com/ Ady Anugrahadi)

Seperti diketahui sebelumnya, sel tahanan di Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang, hangus terbakar pada Rabu, 8 September pukul 1.45 Wib.

Api berhasil dipadamkan pada pukul 04.00 Wib dengan mengerahkan 18 mobil Damkar dari BPBD Kota Tangerang.

Dalam kejadian tersebut, korban tewas bertambah jadi 44 napi, 8 lainnya luka berat serta 73 napi lain mengalami luka ringan. Hingga saat ini, dugaan sementara kebakaran diakibatkan oleh arus pendek listrik dari salah satu sel tahanan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel