Tiga Kapal China Bantu Evakuasi KRI Nanggala, Begini Kecanggihannya

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tiga kapal Angkatan Laut (AL) China bergabung dalam operasi evakuasi KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan Bali. Dua kapal China PRC Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195 dan PRC Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao-863 telah tiba di Indonesia pada Minggu, 2 Mei 2021.

Sedangkan satu kapal lagi Scientific Salvage Tansuo 2 masih dalam perjalanan.

"Betul ada 2 kapal China, rencana satu lagi akan bergabung, jadi ada tiga kapal China," kata Asrena KSAL Laksamana Muda Muhammad Ali dalam konferensi pers, Selasa, 4 Mei 2021.

Kapal Tan Suo 2 merupakan jenis kapal Scientific Salvage yang memiliki kemampuan mengangkat kapal dari bawah laut. Tan Suo 2 juga membawa submersible para expert dari oseanografi dan hidrografi.

Kemudian, kapal Nantuo-195 merupakan Ocean Tug atau kapal tunda samudera yang memiliki kemampuan mengangkat barang yang cukup berat dari bawah laut. Sedangkan kapal Yong Xing Dao-863 merupakan kapal rescue kapal selam yang memiliki kapal selam mini dan membawa 48 penyelam.

Kapal selam mini yang ada di kapal Yong Xing Dao-863 ini mampu menyelam dengan kedalaman hingga 1000 meter lebih.

"Yong Xing Dao-863 ini membawa kapal selam mini yang membawa 48 penyelam. Yong Xin Dao dilengkapi peralatan robotic, side scan sonar, multibeam echo sounder, peralatan medis untuk chamber, jadi kalau ada kecelakaan penyelam langsung dimasukan chamber untuk diselamatkan," ujar Laksda Muhammad Ali.

Selain tiga kapal bantuan China, TNI AL juga mendapat bantuan dari kapal SKK Migas untuk evakuasi KRI Nanggala 402. Kapal SKK Migas ini mempunyai crane yang biasa mengangkat beban berat dari bawah air.

"Kapal SKK Migas yang saya ketahui ini punya kemampuan biasa memasang pipa bawah laut. Jadi ada crane yang disiapkan yang biasa mengangkat barang berat dari dalam laut," ungkapnya.

Disamping bantuan dari China dan SKK Migas, TNI AL juga menyiapkan sejumlah KRI dan penyelam untuk membantu proses evakuasi KRI Nanggala 402. Para penyelam TNI AL disiapkan dari Dinas Penyelam Bawah Air (Dislambair), Kopaskan dan Marinir Taifib.

"Di laut Bali ini kan (KRI Nanggala 402) tenggelamnya di kedalaman 838 (meter), nanti kemungkinan kapal-kapal ini akan dioperasikan, tapi untuk mengangkat ini memang agak sulit karena untuk menempelkan pengait dengan barang yang ditempelkan itu butuh tangan, bisa penyelam, bisa robot. Kalau penyelam harus pakai baju khusus untuk bisa sampai kedalaman segitu, nah ini yang agak sulit mungkin akan dibantu robot untuk memasangnya," ungkapnya.