Tiga Kapal di Kalbar Tenggelam Dihantam Ombak

Laporan Wartawan Tribun Pontianak

TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Cuaca ekstrem yang melanda Kalimantan Barat, merenggut nyawa M Saleh Kapten Kapal Express Cargo Super Mitra 3 jurusan Pontianak-Ketapang di perairan Ketapang, sekitar pukul 23.30 WIB, Jumat (2/12/2011).

Jenazah M Saleh ditemukan Tim SAR, Sabtu (3/12/2011), setelah kapal pengangkut Sembako dan bahan bangunan dari Pontianak, tenggelam lautan lepas sekitar 10-12 mil dari Ketapang. Lima awak kapal lainnya, diselamatkan Tim SAR dan nelayan.

Sedangkan juru minyak kapal, Munjirin hingga kemarin belum ditemukan. Kapal naas ini dihantam gelombang tinggi. Terjangan gelombang yang diperkirakan mencapai lebih dari dua meter membuat oleng kapal.

Gelombang tinggi yang datang mendadak ini, bersamaan dengan hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Bumi Khatulistiwa. Tujuh awak kapal, termasuk almathum M Saleh langsung mengenakan pelampung, begitu ombak perdana menerjang.

Ketika mencoba menghalau laju kapal, terjangan gelombang lebih dahsyat menghantam. Air laut pun memasuki dek hingga menyebabkan kapal miring ke kiri. Hanya hitungan detik, hantaman gelombang berikutnya membuat terpelanting semua awak kapal.

Kapal yang membawa Sembako dan bahan bangunan yang belum diketahui nilainya ini, langsung tenggelam di tengah malam.
"Saya tak mengira tiba-tiba kapal yang sudah banyak airnya, miring ke kiri. Saat kami mencoba menyedot air pakai mesin, ombak besar kembali menghantam," tutur
Juru Mudi Kapal, Suyud di RS Bersalin Fatima Ketapang.

Pria berusia 60 tahun ini sebelum diselamatkan Tim SAR, sempat terapung-apung di lautan bebas sekitar 13 jam. Tim SAR menemukannya di sekitar perairan Sei Awan sekitar pukul 14.00, kemarin. Kondisi warga Kota Pontianak ini pun amat lemah.

Suyud mengaku matanya perih akibat terkena air laut setelah terombang-ambing di laut lepas. Badannya direjang pegal dan kedinginan. Ayah empat anak ini sempat berjuang menghalau laju kapal bersama enam awak kapal lainnya di saat kapal miring.

"Kami masih berpegangan di bagian atas kapal, namun tiba-tiba saja ombak besar datang dan menghantam kapal kami lagi. Saat itulah kami terhempas dari kapal, tercebur ke laut," ungkapnya.

Dua Tugboat
Begitu tercebur, Suyud terpisah dari rekan-rekannya. Suyud pasrah sambil terus berdoa. Ia mengikuti ke mana arah ombak membawanya. Beruntung pelampung yang menempel di badannya kuat.

"Alhamdulillah setelah sekitar tiga mil dari lokasi kapal tenggelam, saya ditemukan Tim SAR. Saya kemudian dibawa ke sini (RS Fatima). Sampai sekarang saya belum makan," ujarnya.

Pasca-kejadian mengerikan itu, Suyud berniat berhenti kerja di kapal. Alasannya, pengalaman pahit yang dialami pria asal Jawa Timur itu sudah kedua-kalinya.

Tahun 1979 Suyud pernah mengalami nasib serupa, bahkan lebih menyedihkan.
"Saat itu saya malah berada di laut tiga hari, sedangkan kawan-kawan saya banyak yang meninggal. Sekarang saya mau istirahat saja, apalagi saya sudah tua," tuturnya.

Suyud belum mengetahui sang kapten kapal ditemukan meninggal, dan juru minyak Munjirin belum ditemukan Tim SAR.

Sedangkan empat rekan Suyud selamat. Mereka Suryadi (juru minyak), Askandar (juru mudi), Hasan (juru mudi) dan Debi Sandio (wakil kapten kapal) diselamatkan nelayan.

Menurut kesaksian Suryadi, ia dan tiga rekannya bernasib baik. Mereka ditemukan nelayan sekitar pukul 09.00, kemarin. Suryadi mengaku ngeri atas peristiwa yang dialaminya. Ia tak menyangka kapal yang ditumpangi tenggelam dihantam ombak.

"Ketika itu ada nelayan yang menemukan kami bersama tiga teman saya lainnya. Setelah itu kami dibawa ke Ketapang, karena memang sudah dekat," tutur Suryadi.

Tenggelamnya Kapal Express Cargo Super Mitra 3 bukan satu-satunya dalam cuaca buruk kemarin. Badai yang terjadi di perairan Kalbar, dinihari kemarin juga menenggelamkan dua kapal lainnya. Yakni, tugboat Sumber Berkat milik PT Sinar Inti dan tugboat Makmur Abadi.

Menurut Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Pontianak, Marsudi, hingga Sabtu sore, dua korban hilang belum ditemukan.

"Tim SAR masih mencari korban hilang dari Kapal Express Cargo Super Mitra di sekitar Pulau Sempadeh Ketapang, dan satu korban dari tugboat Makmur Abadi yang sedang menarik tongkang berisi CPO di sekitar Pulau Karimata," kata Marsudi.

Sedangkan tugboat Sumber Berkat di sekitar Pulau Pejantan, Bengkayang, berhasil diselamatkan kapal yang sedang melintas di dekatnya. Mengenai tenggelamnya Kapal Express Cargo Super Mitra 3, Marsudi mendapat laporan dari Pos SAR Ketapang.

Menurut Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Erika Mardiyanti Skom, gelombang di Kepulauan Natuna dan Laut China Selatan 3-5 Desember sangat tinggi. Tinggi gelombang maksimum mencapai enam meter.

Sedangkan rata-rata gelombang di perairan Kalbar mencapai 3-4 meter. Selasa (6/12/2011) lusa, diprediksi terjadi penurunan tinggi gelombang, terutama untuk wilayah Selatan Kalbar. Seperti Karimata, gelombang maksimum mencapai 2,5 meter.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.