Tiga Kesalahan pada Kecelakaan Dul

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat otomotif nasional, Alex Asmasoebrata mengaku, kecelakaan mobil yang terjadi pada Abdul Qodir Jaelani, anak musisi Ahmad Dhani di Tol Jagorawi, disebabkan karena beberapa hal.

"Terdapat tiga kesalahan, sehingga menyebabkan kecelakaan. Kesalahan pertama, anak di bawah umur mengemudikan mobil, pastinya tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM),"

"Kesalahan kedua, ayah salah di dalam memberikan fasilitas kepada anak. Anak  kemudian kehilangan kontrol orang tua. Apalagi dia (Dul) berasal dari keluarga broken home,".

"Kesalahan ketiga, pihak pengelola jalan tol. Di dalam pembangunan jalan tol, pihak pengelola tidak mementingkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan. Sepertinya lebih mencari keuntungan, berbeda halnya dengan pengelola sirkuit balapan. Meskipun pengemudi mengemudikan mobil di atas kecepatan 300 KM/Jam, tapi apabila terjadi kecelakaan tidak terlalu parah kerugian yang ditimbulkan,".

Abdul Qodir Jaelani (13) anak pasangan artis Ahmad Dhani dan Maia Estianty, menjadi korban dari kecelakaan maut di Tol Jagorawi Minggu (8/9/2013) dini hari WIB. Dalam peristiwa naas tersebut diketahui Dul membawa mobil Lancer bernopol B 80 SAL bersama seorang temannya.

Dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan Mitsubishi Lancer B 80 SAL, Avanza D 1882 UZJ dan Mitsubishi Gran Max B 1348 TSL tersebut 5 orang tewas sedangkan 11 lainnya luka-luka.

Baca Juga:

Korban Dengar Suara Ban Pecah Sebelum Tabrakan

Pembalap Nasional: Saya Saja Baru Main Gokart Umur 12

Selain Kecelakaan, Ini Problem Anak Ahmad Dhani di Sekolah yang Membuatnya Dikeluarkan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.