Tiga Korban Banjir Bandang di Flores Timur Ditemukan Meninggal

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tiga orang warga korban banjir bandang di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur dan sekitarnya, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu dini hari, 4 April 2021, ditemukan dalam kondisi meninggal.

Camat Adonara Timur Damianus Wuran menjelaskan, korban meninggal ketiga yang ditemukan adalah seorang ibu, sementara proses pencarian korban lain masih terus berlangsung di lapangan.

"Korban yang belum teridentifikasi, baik di Waiwerang dan Waiburak, saat ini ada 6 orang: 3 orang meninggal dan 3 lainnya dalam proses pencarian," katanya berkaitan dengan dampak bencana banjir bandang yang melanda wilayah Waiwerang dan sekitarnya.

Banjir bandang di Waiwerang merupakan salah satu titik dari dua peristiwa banjir bandang di Pulau Adonara, pada Minggu dini hari. Salah satu titik lain banjir serta longsor di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng.

Damianus menjelaskan dampak banjir bandang di Waiwerang dan sekitarnya sangat parah akibat aliran lumpur yang membawa serta kayu dan batu besar yang menghantam permukiman warga.

Akibatnya, selain menghanyutkan warga, rumah, kendaraan, dan barang lainnya juga ikut terbawa banjir, serta akses jembatan yang menghubungkan kedua wilayah juga terputus.

"Banjir bandang pertama menghantam wilayah Waiwerang dan muntahannya itu yang lebih parah ke wilayah tetangga di Waiburak," katanya.

Ia mengatakan saat ini proses identifikasi dan pencarian masih berlangsung di lapangan mesikipun dihadapkan ada kondisi akses jaringan telekomunikasi yang sulit dan pasokan listrik yang sudah padam total.

Saat ini, kata dia, dukungan alat berat juga belum dikerahkan ke lapangan karena jumlah yang terbatas sehingga sudah digunakan untuk penanganan banjir dan longsor pada titik lain di wilayah Ile Boleng yang lebih parah.

Aparatur kecamatan juga tengah menunggu tim penanggulangan bencana dari kabupaten yang sedang dalam perjalanan dari Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, untuk bersama mengambil langkah penanganan darurat.

"Sementara ini korban selamat namun hanya dengan pakaian di badan kami identifikasi untuk mendapat penanganan darurat, sedangkan pencarian korban secara mandiri oleh warga masih terus berlangsung," demikian Damianus Wuran. (ant)