Tiga Korban Tertimbun Longsor Ambon Belum Ditemukan

Ambon (ANTARA) - Tiga korban tertimbun tanah longsor pada Minggu dinihari dan material sampah di kawasan Batu Gantung, Kelurahan Kudamati (Kecamatan Nusaniwe) kota Ambon belum ditemukan regu penyelamat hingga Minggu siang.

"Tim SAR melakukan pencarian secara perlahan karena banyaknya material sampah yang menimbun tiga rumah warga," kata Lurah Kudamati, Herman Tetelepta di Ambon, Minggu.

Tiga korban yang masih dalam pencarian teridentifikasi bernama Shilviya Moa, seorang mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon serta Bola Karual dan isterinya Bety Karual yang masih tertimbun.

Sedangkan satu korban yang ditemukan selamat bersama tiga korban tewas lainnya sudah dievakuasi ke RSUD dr. M. Haulussy Ambon.

Menutur Herman, korban yang tewas dan sudah dievakuasi ke RSUD bernama Ny. Noor Nirahuwa (51) bersama cucunya Putri Nirahua berusia delapan tahun serta Evy Karual.

"Bencana tanah longsor di kawasan ini juga sudah pernah terjadi dua tahun lalu yang menewaskan delapan orang dan kami sudah memengimbauu warga untuk berhati-hati. Bila perlu mengungsi ke keluarga lain yang aman," katanya.

Apalagi sejak peristiwa dua tahun lalu, sudah ada tim ahli dari Badan Geologi yang meneliti kondisi tanah di kawasan tersebut dan menyarankan lokasinya tidak layak dihuni karena struktur tanah dan batunya berkapur.

"Musim hujan yang lebat maupun gempa bumi bisa mengakibatkan longsoran tanah yang besar, jadi lewat perangkat Rukun Tetangga (RT) sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat," katanya.

Salah satu warga Batu Gantung, Like Tutupary menuturkan, bencana longsor ini terjadi pada Minggu dinihari (27/5) sekitar pukul 02.50 WIT.

"Shilviya dioduga tertimbun beton rumah yang roboh karena dia tidak sempat melarikan diri sedangkan empat rekan kostnya berhasil melarikan diri," katanya.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.