Tiga KSAD yang Dilantik Jenderal Soeharto Jadi Menteri Pertahanan

Febrika Indirawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sejak terbentuk pada 19 Agustus 1945, Menteri Pertahanan selalu berasal dari kalangan sipil atau non militer selama 40 tahun lamanya. Namun sejak tahun 1959, jabatan Menteri pertahanan selalu berasal dari kalangan militer.

VIVA Militer 5 Juli 2020 mencatat sebanyak empat jenderal yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) terpilih atau ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan selama beberapa tahun belakangan. Dan 3 di antaranya dilantik Jenderal Soeharto kala masih berkuasa di Indonesia.

Berikut 4 KSAD yang tercatat pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan:

***

  1. Jenderal TNI (Purn) Poniman

Pria kelahiran 1926 ini tercatat pernah menjabat sebagai KSAD pada 30 April 1980 hingga 1 Maret 1983. Menjabat sebagai KSAD di masa pemerintahan Presiden Soeharto ini, ternyata Jenderal TNI (Purn) Poniman pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 19 Maret 1983 sampai 23 Maret 1988.

  1. Jenderal TNI (Purn) Edi Sudradjat

Jenderal TNI (Purn) Edi Sudradjat menjadi satu-satunya anggota militer yang pernah menjabat sebagai Kepala KSAD, Panglima ABRI dan Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesia dalam waktu yang bersamaan. Edi menjabat tiga jabatan penting itu mulai dari 2 Februari 1988 hingga 14 Maret 1998.

***

  1. Jenderal TNI (Purn) Wiranto

Mantan ajudan Presiden Soeharto ini pernah menjabat sebagai KSAD ke-19. Wiranto yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia juga pernah ditunjuk untuk menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

  1. Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

Putra dari Mayjen TNI Musannif Ryacudu dilantik menjadi KSAD ke-23 untuk menggantikan Endriartono Sutarto. Pria kelahiran 1950 yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo ini disebut-sebut sempat berselisih dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Karena saat nama Ryamizard dicalonkan sebagai Panglima TNI oleh Megawati, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membatalkan pencalonannya dan memilih untuk memperpanjang masa kepemimpinan Endriartono Sutarto sebagai Panglima TNI.

Baca: Tentara Suriah Pasang Badan Hadang Konvoi Militer Amerika