Tiga Laksamana Jadi Panglima TNI Pasca Reformasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Kasal Laksamana Yudo Margono menjadi Panglima TNI. Yudo akan menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang bakal pensiun mulai 21 Desember 2022.

Untuk pertama kalinya selama dua periode memimpin, Jokowi akhirnya menunjuk perwira tinggi TNI AU untuk duduk di kursi tertinggi baret hijau.

Surat Presiden (Surpres) berisi tentang nama Yudo telah dikirim ke DPR. Dibacakan langsung oleh Puan Maharani. Yudo akan segera menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR.

"Pada kesempatan ini, saya akan mengumumkan bahwa nama yang diusulkan di oleh presiden untuk mengantikan panglima TNI Andika perkasa adalah Laksama TNI Yudo Margano. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) saat ini," kata Puan Maharani, dalam konferensi pers di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/11)

Sejak reformasi 1988, sudah tiga kali perwira tinggi TNI AU menjabat sebagai Panglima TNI. Berikut profilnya, dihimpun merdeka.com:

Widodo AS

rev1
rev1.jpg

Laksamana Widodo Adi Sutjipto Laksamana pertama yang menjabat Panglima TNI setelah reformasi. Dia lahir 1 Agustus 1944.

Widodo juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Sebelumnya ia menjabat sebagai Menkopolhukam sejak 21 Oktober 2004 hingga 22 Oktober 2009.

Setelah menyelesaikan sekolah atasnya di SMA Negeri 1 Surakarta dan lulus dari Akademi Angkatan Laut pada tahun 1968, Widodo menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut sebelum diangkat menjadi Wakil Panglima TNI oleh Presiden BJ Habibie, tahun 1999.

Oleh Presiden Abdurrahman Wahid, ia diangkat menjadi Panglima TNI dari 26 Oktober 1999 hingga 7 Juni 2002. Ia merupakan panglima pertama yang berasal dari kesatuan Angkatan Laut dalam sejarah Indonesia.

Pada 2 April – 29 Agustus 2007, ia ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Dalam Negeri ad interim.

Karir

- Komandan Peleton Kompi Protokol Denma Armada (1 Desember 1971)
- Perwira Urusan Dalam Lanal Semarang (3 Maret 1972)
- Kepala Seksi Operasi Keamanan Laut Lanal Semarang (1 Januari 1974)
- Kabag Penerangan dan Protokol Siaga PAL Surabaya (15 November 1975)
- Paban Muda Operasi Sops Kowilhan-IV / Hankam (1 Januari 1981)
- Paban Perencanaan dan Evaluasi Operasi Kowilhan-IV / Hankam (1 Juni 1981)
- Palaksa KRI Samadikun-341 (1985)
- Komandan KRI Mongisidi-343 (1986)
- Komandan KRI Ki Hadjar Dewantara-364 (1988)
- Komandan KRI Abdul Halim Pedanakusuma-355 (1989)
- Asisten Operasi Komandan Gugus Tempur Laut Armada Timur (1991)
- Perwira Pembantu (Paban) I Strategi dan Operasi pada Direktorat Kajian dan Pengembangan - Sesko ABRI (1 Oktober 1992)
- Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat (Guskamlabar) (15 Juli 1993)
- Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) (1994)
- Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (1 Februari 1995)
- Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal (1 Maret 1996)
- Wakil Kepala Staf TNI AL (Wakasal) (15 Juli 1997)
- Kepala Staf Angkatan Laut (1998)
- Wakil Panglima TNI (17 Juli 1999)
- Panglima TNI (1999–2002)
- Menteri Koordinator Politik, Hukum, Dan Keamanan, Kabinet Indonesia Bersatu (2004–2009)
- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2010–2014)

Agus Suhartono

rev1
rev1.jpg

Laksamana Agus Suhartono adalah perwira tinggi TNI AU kedua menjabat Panglima TNI setelah Widodo AS. Agus lahir 25 Agustus 1955. Dia menjabat Panglima TNI sejak 28 September 2010 hingga 30 Agustus 2013.

Jabatannya sebagai orang nomor satu di TNI kemudian digantikan kepada Jenderal TNI Moeldoko.

Agus Suhartono menempuh pendidikan menengah di SMP Negeri 1 Blitar dan SMA Negeri 1 Blitar. Ia menyelesaikan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri bagian Laut) pada tahun 1978.

Selain itu, ia menyelesaikan pendidikan Sekolah Staf dan Komando TNI AL tahun 1994, Sesko TNI tahun 1999, dan Lembaga Ketahanan Nasional pada tahun 2003.

Karir

Ia pernah menjabat sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim dan Asisten Operasi KSAL. Sebelum diangkat menjadi KSAL, ia menjabat sebagai Irjen Departemen Pertahanan.

Laksamana Agus diajukan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon tunggal Panglima TNI. Pada 27 September 2010, ia lolos uji kelayakan oleh DPR dan diangkat menjadi Panglima TNI.

Selain itu juga, ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Laksamana Yudo Margono

margono rev1
margono rev1.jpg

Yudo Margono merupakan pria kelahiran Madiun, Jawa Timur. Namanya melejit setelah resmi lulus dari Akademi Angkatan Laut (AAL) ke-33 pada 1988. Ayahnya seorang petani.

Mengawali karirnya, Yudo Margono fokus mengikuti sederet pendidikan militer sejak tahun 1900-an. Seperti Kursus Koordinasi Bantuan Tembakan (Korbantem) (1989), Kursus Perencanaan Operasi Amphibi (1990), Kursus Pariksa (1992), Pendidikan Spesialisasi Perwira (Dikspespa)/Kom Angkatan 6 (1992-1993), Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) ll/Koum Angkatan 11 (1997-1998), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) A-40 (2003), Sesko TNI A-38 (2011), Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Rl PPRA A-52 (2014).

Selain pendidikan militer, Yudo Margono juga mengenyam bangku kuliah sebagai mahasiswa S1 Ekonomi Manajemen pada 2014, dilanjutkn S2 Manajemen. Oleh karena itu, gelar lengkap yang disandang saat ini ialah Laksamana TNI H. Yudo Margono, S.E., M.M., C.S.F.A.

Karir Yudo di militer cukup cemerlang. Terhitung 19 jabatan telah diemban Yudo Margono sejak 1988, di antaranya menjadi komandan di 8 tempat yang berbeda.

Setelah lulus dari Akademik Angkatan Laut, Yudo mengawali karirnya di kapal perang. Saat itu, Yudo Margono dipercaya untuk menjadi Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332.

Kemudian pada 2010, dirinya pernah menjabat Komandan Satkat Koarmatim. Sejak itulah karir Yudo Margono terus moncer.

Ia kemudian ditunjuk menjadi Panglima Komando Armada I yang menduduki wilayah laut Indonesia bagian barat (2018-2019). Kemudian, Yudo kembali ditunjuk sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) yang merupakan komando utama operasi Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (2019-2020).

Saat ini, Yudo Margono menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) sejak 2020.

Bukan hanya karir moncer, sederet penghargaan mentereng dan brevet pernah didapat Yudo. Brevet tersebut meliputi brevet atas air, brevet selam TNI AL, brevet kavaleri Marinir kelas I, brevet hiu kencana, dan brevet Kopaska. Terbaru, dirinya menyabet penghargaan Pingat Jasa Gemilang - Tentera (P.J.G.) - Singapura (2022) dan Honorary Member of the Order of Australia (Military Division) - Australia (2022).

Setelah diumumkan secara resmi oleh DPR, tahapan selanjutnya yang akan dilakukan DPR yakni menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi I DPR terhadap Laksanamana Yudo Margono. [rnd]