Tiga Langkah Pulihkan Akun WhatsApp yang Kena Hack

Merdeka.com - Merdeka.com - Belakangan, muncul kabar peretasan akun WhatsApp. Siapa saja dapat mengalami hal ini jika tak berhati-hati. Lantas, bagaimana cara mengembalikan akun WhatsApp jika kena retas?

Menurut pakar keamanan siber Vaksin.com Alfons Tanujaya, pemulihan akun WhatsApp sangat mungkin dilakukan, terutama bila nomor yang terdaftar masih aktif dan dilengkapi proteksi Two Step Verification.

"Pastikan kartu SIM tetap aktif dan lengkapi akun dengan proteksi two step verification sehingga kalau akun berhasil diambil alih tetap aman karena membutuhkan PIN untuk mengakses akun tersebut," kata Alfons kepada Merdeka.com, Selasa (27/9).

Berikut langkah yang bisa dilakukan untuk mengembalikan akun WhatsApp:

1. Keluarkan Akun dari Semua Perangkat
Jika yakin bahwa akun WhatsApp telah diretas, segera keluar dari semua perangkat tertaut melalui aplikasi di smartphone.

2. Masuk dan Verifikasi Ulang
Selanjutnya, kamu bisa menghapus aplikasi dan mengunduhnya kembali untuk masuk menggunakan nomor telepon. WhatsApp akan mengirimi kamu kode OTP 6 digit melalui SMS untuk verifikasi ulang.

Apabila diminta memasukkan kode Two Step Verification, tetapi kamu tidak mengetahui kode tersebut, itu bisa jadi pertanda bahwa peretas telah lebih dulu mengaktifkannya. Tenang, kamu hanya perlu menunggu selama 7 hari untuk kembali bisa masuk ke akun WhatsApp-mu. Sementara itu, peretas akan dikeluarkan oleh WhatsApp segera setelah kamu memasukkan kode OTP 6 digit.

3. Hubungi Pusat Bantuan WhatsApp
Bila perlu, hubungi juga pusat bantuan WhatsApp melalui email support@whatsapp.com dengan melaporkan apa yang kamu alami. Kamu juga bisa meminta WhatsApp menonaktifkan akun kamu, dengan permintaan ini kamu harus menunggu 30 hari untuk bisa kembali masuk ke akun WhatsApp-mu.

Nah, itu dia beberapa langkah yang bisa kita lakukan berdasarkan rekomendasi pakar keamanan siber dan pusat bantuan WhatsApp. Apabila berada dalam situasi ini, jangan panik dan segera ikuti langkah-langkah di atas.

Reporter Magang: Dinda Khansa Berlian [faz]