Tiga Masalah Ganggu Dunia Usaha di Indonesia

  • Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    Merdeka.com
    Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyiapkan sanksi untuk Direktur Utama PLN Nur Pramudji dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam masalah pemanfaatan panas bumi menjadi sumber energi listrik. Menurut Dahlan, energi panas bumi atau geotermal selama ini tidak dimanfaatkan karena ada ketidakcocokan harga antara PLN dan Pertamina. …

  • Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Studentpreneur
    Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Bayangkan betapa bahagianya kalau Anda berhasil membuat puluhan juta orang tertawa, namun juga mendapatkan uang sampai puluhan milliar rupiah? Ray Chan, anak muda dari Hong Kong berhasil mewujudkannya dengan menciptakan situs komedi populer 9GAG. Tanyalah pada anak muda yang berusia di bawah 30 tahun, kebanyakan dari mereka adalah pengunjung setia 9GAG. Bahkan, saking populernya di Indonesia, sampai ada situs-situs lokal yang berusaha menjadi 9GAG-nya Indonesia. Saat ini, 9GAG dikunjungi oleh …

  • Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Tempo
    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tak bisa berbuat banyak jika PT Freeport Indonesia tetap menolak menyetor dividen. Alasannya, suara pemerintah dalam rapat umum pemegang saham sangat kecil dibandingkan pemegang saham lainnya. (Baca: Freeport dan PLN Belum Setor Dividen) …

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan dan Keuangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P Roeslani mengatakan, terdapat tiga masalah utama yang mengganggu iklim dunia usaha di Indonesia.

"Sampai saat ini terdapat tiga masalah utama yang cukup mengganggu dunia usaha di Indonesia, yaitu inefisiensi birokrasi, korupsi, dan ketersediaan infrastruktur," kata Rosan saat membuka acara Seminar Kajian Tengah Tahun 2012 antara Kadin-Lembaga untuk Pembangunan Ekonomi dan Keuangan (INDEF) di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, agenda reformasi birokrasi harus terus dilakukan untuk memperbaiki kualitas birokrat dan pelayanan bagi masyarakat.

Sedangkan ketersediaan infrastruktur dengan kualitas prima, lanjutnya, bukan saja mendorong efisiensi ekonomi tetapi juga memperbaiki kinerja inflasi.

Ia memaparkan, struktur inflasi nasional lebih didorong sisi penawaran ("cost push inflation") yang bersumber dari masalah ketersediaan pangan, energi, dan infrastruktur.

"Perbaikan inflasi pada gilirannya bermuara pada harga dana perbankan sehingga meningkatkan fungsi intermediasi keuangannya," kata Wakil Ketua Umum Kadin.

Rosan mengingatkan, beragam variabel makroekonomi nasional sedikit banyak juga tertekan akibat upaya pemulihan krisis Eropa yang belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Ia mencontohkan, kinerja ekspor Indonesia ikut tertekan hingga mencetak defisit hingga 641 juta dolar AS per April 2012.

Selain itu, lanjutnya, pangsa ekspor terhadap PDB pada Triwulan I-2012 setara dengan pangsa impor terhadap PDB masing-masing 24,8 persen, sedangkan pada triwulan sebelumnya pangsa ekspor terhadap PDB masih 26,6 persen dan impor 24,9 persen.

"Bukan hanya itu, fluktuasi harga minyak turut merecoki performa ekonomi nasional meski keputusan kenaikan harga BBM domestik tidak jadi ditempuh," katanya.

Untuk itu, Rosan menghendaki agar pemerintah harus berperan menciptakan iklim investasi kondusif bagi berkembangnya bisnis dunia usaha, antara lain dengan secara cerdas memanfaatkan posisi Indonesia yang masih kebanjiran aliran modal asing (capital inflow). (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...