Tiga Masalah Ganggu Dunia Usaha di Indonesia

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan dan Keuangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P Roeslani mengatakan, terdapat tiga masalah utama yang mengganggu iklim dunia usaha di Indonesia.

"Sampai saat ini terdapat tiga masalah utama yang cukup mengganggu dunia usaha di Indonesia, yaitu inefisiensi birokrasi, korupsi, dan ketersediaan infrastruktur," kata Rosan saat membuka acara Seminar Kajian Tengah Tahun 2012 antara Kadin-Lembaga untuk Pembangunan Ekonomi dan Keuangan (INDEF) di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, agenda reformasi birokrasi harus terus dilakukan untuk memperbaiki kualitas birokrat dan pelayanan bagi masyarakat.

Sedangkan ketersediaan infrastruktur dengan kualitas prima, lanjutnya, bukan saja mendorong efisiensi ekonomi tetapi juga memperbaiki kinerja inflasi.

Ia memaparkan, struktur inflasi nasional lebih didorong sisi penawaran ("cost push inflation") yang bersumber dari masalah ketersediaan pangan, energi, dan infrastruktur.

"Perbaikan inflasi pada gilirannya bermuara pada harga dana perbankan sehingga meningkatkan fungsi intermediasi keuangannya," kata Wakil Ketua Umum Kadin.

Rosan mengingatkan, beragam variabel makroekonomi nasional sedikit banyak juga tertekan akibat upaya pemulihan krisis Eropa yang belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Ia mencontohkan, kinerja ekspor Indonesia ikut tertekan hingga mencetak defisit hingga 641 juta dolar AS per April 2012.

Selain itu, lanjutnya, pangsa ekspor terhadap PDB pada Triwulan I-2012 setara dengan pangsa impor terhadap PDB masing-masing 24,8 persen, sedangkan pada triwulan sebelumnya pangsa ekspor terhadap PDB masih 26,6 persen dan impor 24,9 persen.

"Bukan hanya itu, fluktuasi harga minyak turut merecoki performa ekonomi nasional meski keputusan kenaikan harga BBM domestik tidak jadi ditempuh," katanya.

Untuk itu, Rosan menghendaki agar pemerintah harus berperan menciptakan iklim investasi kondusif bagi berkembangnya bisnis dunia usaha, antara lain dengan secara cerdas memanfaatkan posisi Indonesia yang masih kebanjiran aliran modal asing (capital inflow). (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...