Tiga Masalah Ganggu Dunia Usaha di Indonesia

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan dan Keuangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P Roeslani mengatakan, terdapat tiga masalah utama yang mengganggu iklim dunia usaha di Indonesia.

"Sampai saat ini terdapat tiga masalah utama yang cukup mengganggu dunia usaha di Indonesia, yaitu inefisiensi birokrasi, korupsi, dan ketersediaan infrastruktur," kata Rosan saat membuka acara Seminar Kajian Tengah Tahun 2012 antara Kadin-Lembaga untuk Pembangunan Ekonomi dan Keuangan (INDEF) di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, agenda reformasi birokrasi harus terus dilakukan untuk memperbaiki kualitas birokrat dan pelayanan bagi masyarakat.

Sedangkan ketersediaan infrastruktur dengan kualitas prima, lanjutnya, bukan saja mendorong efisiensi ekonomi tetapi juga memperbaiki kinerja inflasi.

Ia memaparkan, struktur inflasi nasional lebih didorong sisi penawaran ("cost push inflation") yang bersumber dari masalah ketersediaan pangan, energi, dan infrastruktur.

"Perbaikan inflasi pada gilirannya bermuara pada harga dana perbankan sehingga meningkatkan fungsi intermediasi keuangannya," kata Wakil Ketua Umum Kadin.

Rosan mengingatkan, beragam variabel makroekonomi nasional sedikit banyak juga tertekan akibat upaya pemulihan krisis Eropa yang belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Ia mencontohkan, kinerja ekspor Indonesia ikut tertekan hingga mencetak defisit hingga 641 juta dolar AS per April 2012.

Selain itu, lanjutnya, pangsa ekspor terhadap PDB pada Triwulan I-2012 setara dengan pangsa impor terhadap PDB masing-masing 24,8 persen, sedangkan pada triwulan sebelumnya pangsa ekspor terhadap PDB masih 26,6 persen dan impor 24,9 persen.

"Bukan hanya itu, fluktuasi harga minyak turut merecoki performa ekonomi nasional meski keputusan kenaikan harga BBM domestik tidak jadi ditempuh," katanya.

Untuk itu, Rosan menghendaki agar pemerintah harus berperan menciptakan iklim investasi kondusif bagi berkembangnya bisnis dunia usaha, antara lain dengan secara cerdas memanfaatkan posisi Indonesia yang masih kebanjiran aliran modal asing (capital inflow). (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...