Tiga momen terbaik Dota 2 – The International 2014

Alfa Rizki
Dota2_TheInternational2014

Valve melanjutkan tradisinya untuk melangsungkan turnamen tahunan terbesar Dota 2 “The International” di tahun 2014. Hadiah yang disuguhkan pun tidak main-main dengan angka fantastis mencapai US$10 juta.

Namun sayangnya hadiah besar tersebut tidak debarengi dengan pertunjukan spektakuler, hal ini dikarenakan meta yang ada pada saat itu hanya menguntungkan beberapa hero saja, sehingga tidak ada variasi di setiap pertandingannya.

Meski demikian, turnamen besar tetaplah turnamen besar. Pada gelaran turnamen yang dianggap sebagai The International paling buruk itu tetap terjadi beberapa momen yang tidak akan terlupakan. Berikut ini tiga momen terbaik di The International 2014.

Hao Juke

Pertandingan kedua grand final The International 2014 antara Vici Gaming dan Newbee merupakan salah satu momen yang tidak akan terlupakan dari gelaran turnamen Dota 2 terbesar tersebut.

Sejak awal, Newbee menguasai jalannya pertandingan dengan beberapa pickoff yang dilakukan di semua lane. Vici Gaming yang tertinggal berupaya bangkit dengan melakukan gank pada carry lawan. Support Vici Gaming, Fenrir, melakukan inisiasi yang cukup bagus dengan menangkap tiga hero termasuk Hao, carry dari Newbee.

Sayangnya inisiasi tersebut gagal dieksekusi dengan sempurna karena Hao berhasil menghindar dari setiap serangan fatal yang dilancarkan Vici Gaming. Alih-alih berbalik unggul, VIci Gaming malah semakin terpuruk setelah terkena team-wipe.

Wayto Aegis Steals

Aegis adalah item yang akan drop setelah menumbangkan Roshan, item itu bisa menghidupkan hero yang mati, bisa dikatakan Aegis adalah nyawa kedua. Oleh karena itu, tidak jarang terjadi pertempuran di sekitar Roshan pit untuk memperebutkan item tersebut.

Item Aegis memang sangat krusial, bahkan hanya karena satu item itu saja tim bisa memenangkan pertandingan. Sudah sewajarnya item yang sangat penting seperti itu harus didapatkan dengan segala cara, namun apa jadinya jika ada lawan yang berhasil mencuri Aegis tepat sebelum Roshan berhasil kalian jatuhkan. Hal itulah yang terjadi dalam pertandingan di fase grup The International 2014 antara Liquid dan Evil Geniuses. Liquid.wayto dengan cerdik berhasil merebut Aegis seorang diri.

Techies Reveal

Di setiap perhelatan The Internatioal selalu ada pertandingan hiburan bertajuk All Star Match. Pertandingan di mana 10 bintang dari berbagai tim top Dota 2 berkumpul membentuk dua tim untuk menyajikan pertarungan yang menyenangkan.

Namun ada yang beda di gelaran All Star Match The International 2014, yaitu kemunculan hero ikonik Dota “Thechies”. Hero ini memiliki mekanisme unik dan skill yang berkaitan dengan bom. Biasanya hero ini digunakan untuk bersenang-senang, oleh karena itu kemunculannya di The International 2014 disambut antusias oleh seluruh penggemar Dota 2.

BACA JUGA: Tiga momen terbaik Dota 2 – The Internasional 2012