Tiga Perusahaan Ini Garap Proyek SPAM Jatiluhur I Senilai Rp1,7 T

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah mulai melaksanakan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Ini akan menyediakan air bersih untuk Jakarta, Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Karawang.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan SPAM ini akan ada air bersih yang masuk ke empat wilayah itu sebanyak 4.750 liter per detik serta memberikan air minum bersih kepada 380 ribu rumah.

Pelaksanaan proyek ini ditandai dengan proses penandatanganan perjanjian KPBU SPAM Regional Jatiluhur I antara pemerintah dengan konsorsium PT Jaya Konstruksi Menggala Pratama Tbk, PT Wijaya Karya Tbk dan PT Tirta Gemah Ripah, Jumat, 19 Februari 2021

"4.750 liter per detik ini masih sangat kurang bagi Jakarta. Tapi sumbangan ini tidak sedikit untuk layani warga Jakarta tentang air bersih. Ini melalui perpipaan di Bekasi untuk kualitas air yang lebih baik," kata Basuki.

Baca juga: Intip Harta Orang Terkaya RI Versi Sri Mulyani, Bos Djarum Kalah!

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Eko Heripoerwanto menambahkan, dari total 4.750 liter air bersih per detik tersebut, dialirkan untuk DKI Jakarta sebanyak 4.000 liter per detik, Bekasi 300 liter per detik, Kabupaten Bekasi 100 liter per detik dan Karawang 350 liter per detik.

Adapun total investasi dari proyek ini sebesar Rp1,7 triliun dengan masa kerja sama 30 tahun. Terdiri dari 2,5 tahun masa konstruksi dan 27,5 tahun masa operasi. Modalitas kerja sama ini menggunakan desain Build Operate Finance Maintain dan Transfer dengan skema unsolicited.

"Sebagai tindak lanjut, konsorsium telah membentuk badan usaha pelaksana yaitu PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur. Dengan memperhatikan jadwal proyek, target konstruksi kuartal III 2021 dan direncanakan beroperasi kuartal I 2024," tegas dia.

Dengan tersambungnya proyek SPAM ini kepada 380 ribu rumah, maka ditargetkan bisa mengalirkan air minum bersih terhadap 1,9 juta jiwa. Terdiri dari 1,6 juta jiwa di Jakarta, Bekasi 120 ribu jiwa, Kabupaten Bekasi 40 ribu dan di Kabupaten Karawang 140 ribu jiwa.

Proyek ini telah melalui proses pelelangan oleh panitia pengadaan badan usaha SPAM Regional yang dimulai tahap prakualifiaksi pada Februari 2020 dan telah ditetapkan surat pemenang lelang kepada konsorsium pemrakarsa pada November 2020.