Tiga politeknik negeri bentuk konsorsium pendidikan pertambangan

Tiga politeknik negeri yakni Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Kalsel, Politeknik Negeri Malang (Polinema) Jatim dan Politeknik Negeri Ketapang (Politap) Kalbar menjalin kerja sama membentuk konsorsium pendidikan bidang pertambangan.

"Kami tiga politeknik negeri di Indonesia yang memiliki program studi pertambangan membentuk konsorsium," kata Direktur Poliban Kalsel Joni Riadi saat lokakarya persiapan peluncuran konsorsium PTV-PN bidang pertambangan di Banjarmasin, Kalsel, Rabu.

Menurut dia, penandatanganan naskah konsorsium Pendidikan Tinggi Vokasi - Pendidikan Negeri (PTV-PN) secara resmi dilakukan pada saat kegiatan wisuda Poliban di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, Kamis (22/9).

Baca juga: Perkuliahan jalur cepat Prodi D2 Politeknik Negeri Banjarmasin dimulai

Menurut Joni, kerja sama ini sebagai implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

"Dalam konsorsium ini kita menyusun kurikulum bersama-sama hingga buku pendidikan bidang pertambangan antara Poliban, Polinema dan Politap bisa sama," ujarnya.

Selain itu, kata Joni, bisa juga berbentuk pertukaran pendidikan mahasiswa atau pertukaran mengajar antar dosen tiga politeknik negeri ini.

"Termasuk magang mahasiswa kita bersama di industri," ucapnya.

Baca juga: Sebanyak 1.212 mahasiswa baru Poliban dikukuhkan dan dua dari Malaysia

Terjadinya konsorsium ini adalah prakarsa bersama, kata Joni, yang mengukuhkan hasil lokakarya forum pertambangan vokasi ini pada 26 Agustus 2022 di Malang.

"Jadi hari ini kegiatan kita sebagai tindak lanjutnya, hingga diresmikan," tuturnya.

Dia mengungkapkan ada beberapa politeknik negeri seperti Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim dan Politeknik Negeri Jember Jatim berminat pula untuk membuka program studi pertambangan, untuk ikut dalam forum ini.

"Kami harap dengan kerja sama ini makin menguatkan politeknik negeri untuk menciptakan SDM andal yang memenuhi kebutuhan dunia kerja industri pertambangan," paparnya.

Baca juga: Politeknik Negeri Jakarta siapkan talenta digital berdaya saing global

Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema) Supriatna Adhisuwignjo yang hadir langsung pada kegiatan di Poliban Kalsel, Rabu, mengungkapkan, penting bagi kampusnya yang paling muda membuka program studi pertambangan terlibat dalam kerja sama ini.

"Intinya bagaimana kita bersama memaksimalkan menciptakan SDM dan pemanfaatan sumberdaya alam untuk kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan," ujarnya.

Baca juga: Dua mahasiswa Poliban raih juara 3 bidang informatika di ajang KMIPN

Direktur Poliban Joni Riadi saat menyerahkan cendramata kepada Direktur Politeknik Negeri Malang Supriatna Adhisuwignjo saat workshop persiapan peluncuran konsorsium PTV-PN bidang pertambangan di kampus Poliban di Banjarmasin, Rabu.(21/9/2022). Antara/Sukarli
Direktur Poliban Joni Riadi saat menyerahkan cendramata kepada Direktur Politeknik Negeri Malang Supriatna Adhisuwignjo saat workshop persiapan peluncuran konsorsium PTV-PN bidang pertambangan di kampus Poliban di Banjarmasin, Rabu.(21/9/2022). Antara/Sukarli