Tiga Prinsip Pola Tidur yang Baik agar Tetap Produktif

Dian Lestari Ningsih, wowmenariknya02
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tubuh manusia dirancang untuk tidur setiap malam agar badan dan pikiran bisa pulih setelah seharian beraktivitas. Pola tidur tersebut secara alami diatur oleh siklus sirkadian atau jam biologis dan homeostatis.

Dengan pengaturan ini, tubuh kita dalam kondisi normal akan melek di siang hari dan tidur di malam hari. Selain faktor alami, pola tidur juga bisa dipengaruhi beberapa hal, seperti usiia, banyak sedikitnya istirahat dan tidur sepanjang hari, olahraga dan aktivitas fisik.

Untuk memulihkan badan dan pikiran dengan istirahat, pola tidur tidak boleh sembarangan. Kita bisa memetik manfaat tidur dengan waktu yang cukup, nyenyak, dan polanya teratur sesuai jam biologis alami tubuh.

1. Waktu Tidur Cukup

Tidur cukup merupakan bagian dari pola tidur yang baik. Lamanya waktu tidur setiap orang bisa berbeda-beda, sesuai usia dan kondisi kesehatan. Orang dewasa sehat membutuhkan tidur selama tujuh sampai sembilan jam setiap malam.

Sedangkan orang di atas usia 65 tahun membutuh tidur sebanyak tujuh sampai delapan jam setiap malam. Kebutuhan waktu tidur bayi dan anak-anak lebih banyak karena mereka sedang dalam masa pertumbuhan.

Bayi butuh waktu tidur sampai 17 jam setiap hari, sedangkan anak-anak sampai remaja butuh tidur selama delapan sampai 10 jam setiap malam.

2. Tidur Nyenyak

Selain perkara kuantitas atau waktu tidur yang cukup, pola tidur yang baik juga perlu ditunjang kualitas istirahat yang baik. Upayakan untuk tidur nyenyak minim gangguan. Orang yang tidur lama tapi banyak gangguan memiliki kualitas tidur yang lebih rendah ketimbang orang yang tidur cukup tapi minim gangguan.

Tidur yang sering terbangun atau tidak nyenyak bisa mengganggu proses alami siklus empat tahapan tidur.

Seperti diketahui, saat tidur kita melewati empat tahapan tidur. Dimulai dari tahap ringan, lalu memasuki fase persiapan tidur nyenyak, tidur nyenyak, dan tidur dengan gerakan mata cepat (REM).

Orang yang sering terbangun saat tidur biasanya belum sempat mengalami fase tidur nyenyak dan REM.

Kondisi ini jamak dialami orang dengan gangguan tidur apnea, sering kencing di malam hari, sedang banyak pikiran, atau masalah kesehatan lain.

3. Jadwal Tidur Teratur

Pola tidur yang baik juga wajib teratur. Batas toleransi berangkat dan bangun tidur setiap hari sebaiknya tidak lebih dari satu jam. Tidur teratur penting untuk menjaga ritme sirkadian dan homeostatis tubuh agar tetap stabil.

Waktu tidur tidak selaras dengan ritme sirkadian jamak dialami pekerja sif malam, orang yang harus lembur, begadang, atau jet lag setelah menempuh perjalanan beda zona waktu.

Efek pola tidur tidak teratur ini dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, sampai penyakit jantung dan stroke. Selain memahami prinsip pola tidur yang baik di atas, setiap orang bisa mengenali apakah tidurnya sudah cukup sehat atau belum.

Beberapa tanda tidur sudah cukup baik apabila kita bisa bangun dalam kondisi bugar di pagi hari, punya banyak energi di siang hari, suasana hati baik sepanjang hari, dan pikir jernih. Pola tidur yang buruk bisa dikenali dengan susah bangun di pagi hari, pikiran susah fokus, gampang marah, mengantuk terus, dan ingin tidur terus.

Coba praktikkan pola tidur yang baik di atas setiap hari lalu perhatikan efek positifnya bagi kesehatan.

SUMBER ASLI