Tiga Rekor Muri Irjen Dedi hingga Anggota Brimob dan Kopassus Dianiaya

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Dedi Prasetyo yang diganjar tiga rekor MURI bikin penasaran pembaca VIVA Senin, 19 April 2021. Artikel mengenai prestasi tersebut menjadi yang terpopuler sepanjang hari.

Artikel terpopuler kedua adalah terkait aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok orang di Jakarta yang menewaskan seorang anggota Brimob dan satu anggota Kopassus luka-luka. Kemudian, berita mengenai pengeroyokan tersebut juga terpampang di peringkat terpopuler ketiga dan keempat.

Kemudian berita terpopuler kelima adalah terkait rencana pembangunan ibu kota negara baru. LIPI meminta publik jangan terus mencurigai Presiden Joko Widodo.

1. Irjen Dedi Raih Tiga Rekor MURI

Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Dedi Prasetyo diganjar tiga rekor MURI dalam penanganan kasus stunting di Kalimantan Tengah dan penangkapan terbanyak predator anak. Pemberian rekor MURI serahkan langsung Founder Of MURI, Jaya Suprana.

Jaya mengatakan dalam satu tahun terakhir Polda Kalteng bersama Pemerintah Provinsi Kalteng telah berhasil menangani kasus stunting di wilayahnya. Ditambah dengan penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan pemidanaan terhadap pelaku kekerasan terhadap anak.

Baca selengkapnya

2. Pengakuan Juru Parkir di Lokasi Tewasnya Brimob dan Lukai Kopassus

Aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok orang hingga menewaskan seorang anggota Brimob dan satu anggota Kopassus luka ini terjadi di sebuah kafe di Jalan Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Minggu,18 April 2021.

Pantauan VIVA di lokasi, Senin 19 April 2021, garis polisi pun sudah terpasang pada sebuah kafe Obama Fans Club yang bersebelahan dengan kafe My Bar. Tak hanya itu, bercak darah serta pecahan botol bir masih terlihat di sekitar lokasi kejadian.

Salah satu juru parkir di lokasi mengatakan untuk keributan yang terjadi pada pukul 06.30 wib namun dirinya tidak mengetahui awal mulanya terkait insiden tersebut.

Baca selengkapnya

3. Kombes Yusri Ungkap Fakta Baru Pengeroyok Brimob dan Kopassus

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menyebut apabila ada oknum-oknum aparat yang terlibat dalam pengeroyokan yang membuat anggota Brimob meninggal dan anggota Kopassus luka akan didalami oleh masing-masing kesatuannya.

Diketahui, anggota Brimob tewas dalam peristiwa itu dan anggota Kopassus mengalami luka-luka akibat senjata tajam. Belum dijelaskan kronologi lengkap peristiwa berdarah itu.

"Oknum-oknum yang terlibat akan dilakukan pendalaman oleh masing-masing kesatuannya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Markas Polda Metro Jaya, Senin 19 April 2021.

Baca selengkapnya

4. Menguak Obama Cafe Blok M, Lokasi Tragedi Brimob dan Kopassus

Seorang anggota Brimob meninggal dunia. Dia ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan Obama Cafe Blok M pada Minggu dini hari kemarin. Dari informasi yang beredar, anggota brimob tersebut mengalami luka di bagian lengan kanan dan paha kanan korban luka robek diduga akibat senjata tajam.

VIVA sempat mendatangi lokasi kejadian, Senin 19 April 2021 untuk mengetahui persisnya kejadian itu. Memang masih terlihat bercak darah dan juga pecahan botol. Selain itu lokasi sudah dipasang garis polisi.

Namun sampai sekarang belum ada yang bisa menjelaskan secara detail kronologi kasus yang mengakibatkan anggota Brimob tewas dan anggota Kopassus terluka.

Baca selengkapnya

5. Soal Pemindahan Ibu Kota, LIPI: Jangan Curiga Terus dengan Jokowi

Peneliti Ahli Utama Kebijakan Publik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syafuan Rozi Soebhan mengatakan langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah bagus mengundang para ahli untuk membahas soal mega proyek pembangunan Ibu Kota baru. Menurut dia, Jokowi ingin menjalankan tugas sejarah cita-cita bangsa.

“Menurut saya, apa yang dilakukan Pak Jokowi ini panggilan sejarah bagian sejak lama diperjuangkan tapi berkali-kali gagal,” kata Syafuan kepada VIVA pada Senin, 19 April 2021.

Ia menjelaskan rencana pemindahan ibu kota bukan dilakukan secara mengada-ada atau mendadak oleh Presiden Jokowi, tapi jauh sebelum Jokowi memimpin republik ini memang sudah ada rencana pemindahan ibu kota itu. Namun, berkali-kali rencana tersebut gagal.

Baca selengkapnya